THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Mudrik, ia berkata: Aku pernah pergi haji bersama ayahku. Ketika berada di Mina, kami mendapati suatu kerumunan orang, maka aku berkata kepada ayahku, “Mengapa orang-orang berkerumun?”
la berkata, “Ada orang yang berpindah agama.”
Aku lihat ternyata Rasululah shallallâhu ‘alaihi wasallam sedang menyeru, “Wahai manusia! Ucapkanlah la ilậha illallah, niscaya kalian berjaya.”
[Haitsami (6/21) berkata: Para perawinya tsiqat.]
Imam Bukhari dalam Kitab At-Târikh, Abu Zur’ah, Baghawi, Ibnu Abi Ashin dan Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Harits bin Harits Al-Ghamidi radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah berkata kepada ayahku ketika kami berada di Mina, “Mengapa orang-orang berkerumun?”
la berkata, “Mereka mengerumuni orang yang berpindah agama.”
Aku pun berusaha untuk melihatnya. Ternyata ada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam yang sedang berdakwah kepada orang-orang agar mengesakan Allah. Namun mereka menolak ucapan beliau.
[Demikian dalam Kitab Al-shâbah (1/2 75)].
Waqidi meriwayatkan beserta sanadnya dari Hassan bin Tsabit radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah pergi berhaji ketika Nabi shallallâhu alaihi wasallam mengajak orang-orang kepada lslam.
Sedangkan para sahabatnya disiksa. Aku pun berhenti menyaksikan Umar sedang menyiksa seorang hamba wanita milik kabilah Bani ‘Amr bin Mu’ammal.
Kemudian ia terus-menerus menyiksa Zinnirah dengan melakukan penyiksaan yang sama.”
[Demikian dalam kitab Al-Ishâbah (4/312)].






