Saya (penulis) berkata, “Saya pernah bertanya kepada salah satu jin muslim, apakah kamu bertempat tinggal di kamar mandi?”
Dia menjawab, “Tidak.”
Saya bantah ia, “Tetapi di dalam hadits disebutkan bahwa jin-jin bertempat tinggal di WC dan kamar mandi.
Dia menjelaskan, “Ya, tapi ini khusus bagi jin kafir, karena mereka lebih memilih tempat-tempat najis dan kotor sebagai tempat tinggal mereka.”
Menurut saya, bisa jadi perkataannya ini benar. Sebab, saya pernah memperhatikan jin jin kafir sangat membenci harum-haruman dan bau yang sedap, khususnya minyak kasturi.
Sementara jin-jin muslim sangat menyukai aroma-aroma seperti ini, persis seperti kaum muslimin dari kalangan manusia. Bangsa jin biasa menghuni gedung dan kamar-kamar.
Imam Nasa’i meriwayatkan dari Qatadah, dari Abdullah bin Sirjis, ia berkata, Nabi Muhammad bersabda:
لا يَبْلَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الحِجْر
“Janganlah salah seorang di antara kalian kencing pada liang-liang.”
Mereka bertanya kepada Qatadah, “Mengapa kita dimakruhkan untuk kencing pada liang-liang?”.
Dia menjawab, “Karena liang-liang merupakan tempat tinggal jin.”
Bangsa jin juga biasa menghuni kandang-kandang unta. Karena dalam sebuah hadits dikatakan bahwa kandang-kandang unta merupakan tempat tinggal setan.
Sebagaimana yang terdapat pada Shahih Muslim dan kitab lainnya.
Apakah Jin juga Makan dan Minum?
BANYAK sekali hadits shahih yang menerangkan bahwa jin makan dan
minum.
Dalam Shahih Al-Bukhari ada sebuah hadits yang diriwayatkan bahwa.Abu Hurairah pernah membawakan kantong air untuk berwudhu dan memenuhi keperluan Rasulullah.
Kemudian beliau bertanya, “Siapa?”
Abu Hurairah menjawab, “Abu Hurairah”
Beliau berkata, “Tolong carikan aku batu untuk bersuci, dan jangan kamu mengambil tulang dan kotoran hewan.”
Lalu saya membawakan beberapa batu yang saya bawa di atas pakaian saya, kemudian saya meletakkannya di samping Rasulullah setelah itu saya beranjak pergi.






