Kemudian, menjelang waktu Subuh, aku tertidur, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kami tidak terjaga kecuali dengan sebab panas matahari yang mengenai punggung kami.
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri, dan melakukan seperti yang biasa beliau lakukan, beliau pun mengerjakan Shalat Subuh.
Kemudian, beliau bersabda, “Sesungguhnya, jika Allah ta’ala menghendaki, tentu kalian tidak akan tertidur hinggal lewat waktu Subuh.
Namun, Dia ingin peristiwa ini menjadi pelajaran bagi orang-orang sepeninggal kalian. Maka demikian ini yang hendaknya mereka lakukan.” Yakni bagi orang yang tertidur atau lupa.
Menurut riwayatnya pula dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu dalam hadis tentang tempat wudu, ia berkata: Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, Allah ta’âlâ mencabut ruh kalian ketika Dia menghendaki, dan mengembalikannya lagi ketika Dia menghendaki.
Orang-orang pun menunaikan hajat, dan berwudu hingga matahari bersinar terang. Kemudian, beliau berdiri mengerjakan shalat.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Bukhari dalam Kitab Shahih dengan sanad ini, sebagaimana dikatakan oleh Baihaqi.
7. Pertanyaan Seorang Yahudi Kepada Umar Bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu Tentang Ayat yang Artinya, “Dan (Kepada) Surga yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi.”
.
‘ABD bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnul-Mundzir, dan Ibnu Khusru -dan hadis ini menurut lafalnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Thariq bin Syihab, ia berkata: Seorang Yahudi datang kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, lalu berkata, “Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah ta’ala:
وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ ) (آل عمران: ۱۳۳)
“Dan (kepada) surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 133).
Lalu, di manakah neraka?”
Maka Umar berkata kepada para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jawablah.”
Namun, mereka tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan itu. Umar berkata, “Bagaimana pendapatmu tentang siang, apabila malam datang memenuhi bumi, maka di manakah siang?”
Si Yahudi berkata, “Terserah kehendak Allah.”
Maka Umar pun berkata, “Neraka pun terserah kehendak Allah.”
Orang Yahudi itu berkata, “Wahai, Amirul Mukminin! Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, apa yang engkau sampaikan itu terdapat dalam Kitabullah (Taurat) yang telah diturunkan.”
[Demikian dalam kitab Konzul- ‘Ummål (7/277)].






