8. Ali Radhiyallahu ‘Anhu Mendebat Seseorang yang Berbicara Mengenai Kehendak Allah
IBNU ABI HATIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika dikatakan kepada Ali, “Di sini ada seseorang yang berbicara mengenai kehendak Allah.”
Lalu, Ali berkata kepadanya, “Hai, hamba Allah! Allah menciptakanmu sebagaimana yang Dia kehendaki atau sebagaimana yang kamu kehendaki?”
Orang itu menjawab, “Sebagaimana yang Dia kehendaki.”
Ali bertanya lagi, “Dia membuatmu sakit apabila Dia menghendaki atau apabila kamu kehendaki?”
Orang itu menjawab, “Apabila Dia menghendaki.”
la bertanya lagi, “Dia menyembuhkanmu apabila Dia menghendaki atau apabila kamu kehendaki?”
Orang itu menjawab, “Apabila Dia menghendaki.”
la bertanya lagi, “Dia menempatkanmu di tempat yang kamu kehendaki atau yang Dia kehendaki?”
Orang itu menjawab, “Di tempat yang Dia kehendaki.”
Ali berkata, “Demi Allah, seandainya kamu menjawab selain jawaban itu, tentu aku akan menebas tempat melekatnya kedua matamu dengan pedang.”
[Demikian dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir (3/211)].
9. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum, “Itu Bukanlah Kemunafikan.”
BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya di dalam musnadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata, “Wahai, Rasulullah. Ketika kami berada bersamamu, keadaan hati kami begitu rupa, namun setelah kami meninggalkan engkau, keadaan hati kami telah berubah.”
Beliau bertanya, “Bagaimana hubungan kalian dengan Tuhan kalian?”
Mereka berkata, “Allah adalah Tuhan kami dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.”
Beliau bersabda, “(Jika demikian,) itu bukanlah kemunafikan.”
[Demikian dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir (4/397)].
10. Kisah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersama Seorang Arab Badui Mengenai Perhitungan Amal
IBNU NAJJAR meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Siapa yang akan melakukan hisab terhadap seluruh makhluk pada hari kiamat, wahai Rasulullah?”
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Allah ‘azza wajalla.”
Lalu, orang Arab Badui itu berkata, “Kita pasti selamat, demi Tuhannya ka’bah!”
Beliau pun bertanya, “Bagaimana bisa begitu, hai Badui?”
la berkata, “Apabila sang pemurah berkuasa, pasti memberi ampunan.”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummâl (7/270)].






