11 - Iman

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya

431
×

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya

Sebarkan artikel ini

Kemudian, Thufail datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menceritakan mimpinya itu kepada beliau.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu memberitahukannya kepada orang lain setelah itu?”

la menjawab, “Ya.”

Maka beliau memuji Allah ta’âlâ, kemudian bersabda, “Saudara kalian ini telah bermimpi seperti yang telah sampai kepada kalian. Maka janganlah kalian mengucapkan seperti itu (Mâ sya’allah wasya’a muhammad), tetapi ucapkanlah:

مَا شَاءَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

“Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah semata-mata, tidak ada sekutu bagi- Nya.”

Menurut riwayatnya pula dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Salah seorang dari kalangan kaum muslimin bermimpi dalam tidurnya bahwa ia bertemu dengan salah seorang Ahlulkitab.

Lalu, Ahlulkitab itu berkata, “Sebaik-baik kaum adalah kalian seandainya kalian tidak berbuat syirik dengan mengucapkan: Másya’allah wasya’a muhammad (semua ini terjadi atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad).”

la pun menceritakan mimpinya itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka beliau bersabda, “Aku pun tidak suka apabila kalian mengucapkan kalimat itu.

Namun, ucapkanlah: Má sya’allah tsumma syâ’a fulân (semua ini terjadi atas kehendak Allah, kemudian kehendak si Fulan).”

Baihaqi meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Al-Asma’ Wash-Shifat (hal.110) dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumâ, ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berbicara dengannya mengenai suatu perkara.

Lalu, orang itu berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Masya’allah wasyi’ta (semua ini terjadi atas kehendak Allah dan kehendakmu).

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu menyamakan aku dengan Allah? Segala sesuatu terjadi hanya dengan kehendak Allah semata.”

error: Allahu Akbar