17 - Mau'izah

Ini Beberapa Mau’izah Umar bin Khattab RA.

389
×

Ini Beberapa Mau’izah Umar bin Khattab RA.

Sebarkan artikel ini

Ibnu Abid- Dunya, Abu Bakar Ash-Shuli, dan Ibnu Asakir meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar radhiyallohu anhu bahwa ia pernah menulis surat kepada putranya, Abdullah bin Umar radhiyalláhu anhumá, yang isinya,

“Amma ba’du, sesungguhnya aku berpesan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, karena barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjaganya.

Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.

Barangsiapa meminjamkan sesuatu kepada Allah, niscaya Dia akan membalasnya.

Barangsiapa bersyukur kepada Allah, niscaya Dia akan menambah nikmatnya. Hendaklah takwa selalu kamu tegakkan di depan kedua matamu.

Jadikanlah ia sebagai tiang-tiang penyangga amalmu dan pembersih hatimu.

Karena sesungguhnya tidak ada amal bagi orang yang tidak mempunyai niat, dan tidak ada pahala bagi orang yang tidak bermaksud menaati Allah dalam amalnya.

Tidak ada harta bagi orang yang tidak memiliki kelembutan, dan tidak ada sesuatu yang baru bagi orang yang tidak memiliki sesuatu yang lama.”

[Demikian dalam Kitab Kanzul- Ummâl (8/207)].

Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd, dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkan beserta sanadnya dari Ja’far bin Burqan, ia berkata: Telah sampai riwayat kepadaku bahwa Umar bin Khattab radhiyallâhu ‘anhu pernah menulis surat kepada salah seorang gubernurnya.

Pada bagian akhir surat tersebut, disebutkan, “Koreksilah dirimu sendiri pada saat lapang, sebelum kesulitan datang untuk mengoreksimu, karena barangsiapa mengoreksi dirinya pada saat lapang, sebelum datangnya kesulitan, niscaya ia akan mendapatkan kepuasan dan orang-orang pun ingin seperti dia.

Sedangkan barangsiapa terlena dengan kehidupannya dan sibuk dengan keburukannya, niscaya ia akan menyesal pada akhirnya.

Maka ingat-ingatlah nasihat yang disampaikan kepadamu agar kamu dapat meninggalkan apa yang dilarang kepadamu”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummâl (8/208)].

Abul-Hasan bin Rizqawaih dalam kitab kecilnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar radhiyallâhu ‘anhu bahwasanya ia pernah menulis surat kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan radhiyallâhu (anhumâ, yang isinya, “Tetaplah berada dalam kebenaran, niscaya kebenaran itu akan memberikan penjelasan kepadamu tentang kedudukan orang-orang ahlul-haqq.

Dan janganlah kamu memutuskan perkara kecuali dengan kebenaran. Was-salâm!”

[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummâl (8/208)].

error: Allahu Akbar