la pun berkata, “Itu adalah dua kalimat yang kami sukai dan telah terbiasa mengucapkannya.”
[Mundziri berkata dalam kitab At-Targhib Wat-Tarhib (3/94): Para perawinya sampai kepada Muadz bin Abdullah adalah tsiqah selain ibnu Lahi’ah. Namun, ada hadis lain yang menguatkan hadisnya ini].
[Haitsami (10/86) berkata: Tentang Mu’adz bin Abdullah, aku tidak mengenalinya, dan ibnu Lahiah hadisnya hasan, sedangkan para rawi yang lain tsiqah).
Ibnu Sa’d (7/22) meriwayatkan beserta sanadnya dari Jurairi, ia berkata: Suatu ketika Anas bin Malik berihram dari Dzatu Irq. Kami tidak mendengarnya berbicara apa-apa kecuali dengan zikrullah sampai tahallul.
Lalu, ia berkata kepadaku’, “Hai keponakanku, seperti inilah ihram.”












