5 - Nusroh

Nabi SAW. Memerangi Bani Nadhir (Yahudi) dan Mengusir dari Madinah karena Berkhianat

123
×

Nabi SAW. Memerangi Bani Nadhir (Yahudi) dan Mengusir dari Madinah karena Berkhianat

Sebarkan artikel ini

IBNU MARDAWAIH meriwayatkan beserta sanadnya dengan sanad shahih hingga Ma’mar dari Zuhri: Aku diberitahu oleh Abdullah bin Abdurrahman bin Kab bin Malik, dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Sebelum perang Badar, orang-orang kafir Quraisy menulis surat kepada Abdullah bin Ubay dan para penyembah berhala lainnya.

Dalam surat tersebut, orang-orang kafir Quraisy menakut-nakuti mereka karena telah memberi tempat dan perlindungan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beserta sahabat-sahabat beliau, dan mengancam akan menyerang mereka dengan kekuatan gabungan bangsa Arab.

Maka Abdullah bin Ubay dan para pengikutnya bertekad untuk memerangi kaum muslimin.

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada mereka dan berkata, “Tipu daya orang-orang Quraisy demikian hebat, melebihi tipu daya siapa pun terhadap kalian.

(Dengan pertempuran antara kalian melawan kaum muslimin), orang-orang Quraisy ingin agar terjadi perang saudara di antara kalian.”

Setelah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menyadari keadaan yang sebenarnya, lalu mereka bubar.

Kemudian setelah terjadi Perang Badar, orang-orang kafir Quraisy menulis surat kepada orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Kalian memiliki banyak senjata dan benteng yang kuat (sehingga mampu menghadapi kaum muslimin).”

Dalam surat tersebut, orang-orang Quraisy juga mengancam orang-orang Yahudi (akan menyerang mereka jika tidak melawan kaum muslimin).

Maka orang-orang Bani Nadhir (Yahudi) bersepakat untuk mengadakan pengkhianatan.

Mereka mengirim pesan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Datanglah engkau ke tempat kami bertiga bersama dua orang sahabatmu, dan tiga orang pendeta kami akan menemuimu. Jika ketiga pendeta itu beriman kepadamu, maka kami semua akan mengikutimu.”

Beliau pun setuju untuk menemui mereka. Sementara itu, tiga orang Yahudi (yang akan menemui beliau) menyembunyikan belati di balik mantel mereka.

Namun, seorang wanita Bani Nadhir mengirim pesan kepada saudaranya yang telah masuk Islam dari kalangan Anshar, memberitahukan tentang rencana jahat Bani Nadhir.

Lalu saudara wanita itu melaporkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum beliau sampai ke tempat mereka.

Beliau pun kembali dan menyerang mereka dengan beberapa pasukan pada pagi hari. Pasukan kaum muslimin mengepung mereka seharian.

Kemudian pada keesokan harinya, beliau bergerak menuju Bani Quraizhah. Beliau mengepung mereka, lalu akhirnya mereka mengadakan perjanjian dengan beliau.

Kemudian beliau meninggalkan mereka dan kembali ke tempat Bani Nadhir. (Karena menolak untuk mengadakan perjanjian), beliau memerangi mereka hingga akhirnya mereka menyerah dengan syarat bahwa mereka semua harus pindah dari sana, dan boleh membawa serta apa saja yang bisa dimuat di atas unta, selain perlengkapan perang.

error: Allahu Akbar