5 - Nusroh

Setelah Berkhianat Pada Perang Khandaq, Bani Quraizhah Dikepung dan Dieksekusi dengan Keputusan Said bin Muadz

138
×

Setelah Berkhianat Pada Perang Khandaq, Bani Quraizhah Dikepung dan Dieksekusi dengan Keputusan Said bin Muadz

Sebarkan artikel ini

IMAM AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhã, ia berkata: Ketika terjadi Perang Khandaq, aku keluar rumah dan mengikuti jejak kaum muslimin.

Lalu aku mendengar suara langkah kaki di tanah dari arah belakang. Aku lihat ternyata Said bin Muadz dan keponakannya Harits bin Aus-radhiyallahu ‘anhuma-yang membawa perisai.

Aku pun duduk di atas tanah, sementara Said terus lewat dengan mengenakan baju besi (yang terlalu kecil) sehingga kedua tangannya tidak tertutup baju besi. Aku merasa khawatir (terhadap musuh) atas tangan dan kaki Sa’d.

‘Aisyah juga berkata: Sa’d termasuk salah seorang yang paling besar dan tinggi. la lewat sambil menirukan syair dengan bahar (irama) rajaz:

Tunggu sejenak hingga Hamal datang di medan perang. Alangkah indahnya maut tatkala masanya telah datang.

Kemudian aku berdiri dan memasuki sebuah kebun. Di sana aku dapati sekelompok kaum muslimin.

Diantara mereka ada Umar bin Khattab radhiyallohu ‘anhu. Ada pula seseorang yang memakai topi besi.

Lalu Umar berkata kepadaku, “Apa yang membuatmu datang ke sini? Demi Allah! Kamu wanita pemberani. Tidakkah kamu takut jika kita mengalami kekalahan atau harus ditarik mundur?”

la terus menegurku sampai-sampai aku berangan-angan seandainya bumi terbuka pada saat itu sehingga aku dapat masuk ke dalamnya.

Lalu lelaki bertopi besi itu membuka topi besinya. Ternyata ia adalah Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu.

la pun berkata, “Payah kamu hai Umar! Hari ini kamu terlalu banyak bicara ke mana lagi kita akan mundur atau lari kecuali kepada Allah ‘azza wajalla?”

Said (bin Muadz) berhasil dipanah oleh seorang laki-laki dari pihak Quraisy yang bernama Ibnul-‘Ariqah.

Ia memanah Said seraya berseru, “Rasakan inil Akulah Ibnul-‘Ariqah!”

Panah tersebut mengenai urat nadi di lengannya hingga terputus.

Lalu Said berdoa kepada Allah, “Ya Allah! Jangan biarkan aku mati sebelum engkau hibur aku dengan melihat kekalahan Bani Quraizhah.”

Bani Quraizhah merupakan para sekutu dan orang-orang dekat Said pada zaman jahiliyah. Lalu luka Said mengatup (sehingga pendarahan berhenti).

Kemudian Allah mengirim angin (puting beliung) yang membereskan pasukan musyrikin. Allah telah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Abu Sufyan dan orang-orangnya kembali ke kawasan Tihamah. ‘Uyainah bin Badr dan orang-orangnya kembali ke kawasan Najd.

Sedangkan Bani Quraizhah kembali dan berlindung di benteng-benteng pertahanan mereka.

Sementara itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke Madinah. Beliau memerintahkan agar sebuah tenda yang terbuat dari kulit dipasang di dalam Masjid untuk Said (bin Muadz).

error: Allahu Akbar