ABDUR-RAZZAQ meriwayatkan beserta sanadnya dari Yazid bin Abu Habib, ia berkata: Seorang lelaki datang menemui Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Lalu Umar bertanya kepadanya, “Di mana kamu selama ini?”
Orang itu menjawab, “Aku berjaga di kawasan perbatasan (ribâth).”
“Berapa lama kamu berjaga?” Tanya Umar.
“Tiga puluh hari,” jawabnya.
Maka Umar berkata, “Mengapa tidak kamu genapkan menjadi empat puluh hari?”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummôl (2/288)).
ABDUR-RAZZAQ meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Juraij, ia berkata: Aku diberitahu oleh seseorang yang aku percayai bahwa ketika Umar radhiyallahu ‘anhu sedang berkeliling (memantau keadaan kota pada malam hari), ia mendengar seorang wanita membaca syair:
تَطَاوَلَ هَذَا اللَّيْلُ وَاسْوَدَّ جَانِبُهُ وَأَرْقَيْ أَنْ لَا حَبِيْبَ أَلَا عِبُة
فَلَوْلَا حِدَارُ اللَّهِ لَا شَيْءَ مِثْلُهُ لَعَرَعَ مِنْ هَذَا السَّرِيرُ جَوَانِية
– Betapa panjang malam ini dan betapa gelap tepinya
– Daku tak bisa tidur karena tiada kekasih tuk bercumbu
– Kalau bukan karena takut kepada Allah semata-mata
– Pasti sisi-sisi tempat tidur ini telah berguncang seru
Maka Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada wanita itu, “Apa yang terjadi denganmu?”
Jawab wanita itu, “Aku telah menyuruh suamiku pergi jauh sejak beberapa bulan yang lalu, dan kini aku sangat merindukannya.”
Umar bertanya lagi, “Apakah kamu ingin melakukan perbuatan kotor?”
Jawab wanita itu, “Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu!”
Umar berkata, “Kalau begitu, jagalah dirimu baik-baik. Aku akan mengirimkan pesan kepada suamimu.”
Kemudian Umar mengirim pesan kepada suami wanita itu (agar pulang).
Lalu Umar menemui putrinya yang bernama Hafshah radhiyallahu ‘anha, dan bertanya kepadanya, “Aku akan bertanya kepadamu tentang suatu perkara yang menyita pikiranku. Bantulah aku menyelesaikanya.
Dalam jangka waktu berapa lama seorang wanita akan merasa rindu kepada suaminya?”
Maka Hafshah menundukkan wajahnya dan tersipu malu.
Umar berkata, “Sesungguhnya Allah tidak malu menerangkan perkara yang benar.”










