ABU YA’LA, Bazzar, dan Thabarani -para perawi mereka adalah perawi kitab Shahih, sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (10/41)- meriwayatkan beserta sanadnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Dua kabilah Aus dan Khazraj saling bersaing dengan kebanggaan mereka.
Orang-orang Aus mengatakan, “Diantara kami ada orang yang jenazahnya dimandikan oleh para malaikat, yaitu Hanzhalah bin Rahib.
Diantara kami ada pula orang yang menyebabkan arasy bergetar (karena kematiannya), yaitu Said bin Muadz.
Diantara kami juga ada orang yang jenazahnya dilindungi oleh segerombolan lebah, yaitu ‘Ashim bin Tsabit bin Abil-Aflah.
Diantara kami ada juga orang yang kesaksiannya diterima sebagai kesaksian dua orang, yaitu Khuzaimah bin Tsabit.” -Semoga Allah meridhai mereka semua.
Sedangkan orang-orang Khazraj berkata, “Kami memiliki empat orang yang hafal seluruh Al-Quran pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Selain mereka, tidak ada sahabi yang hafal Al-Quran seluruhnya, yaitu: (1) Zaid bin Thabit (2) Ubay bin Ka’b, (3) Mu’adz bin Jabal, dan (4) Abu Zaid.” -Semoga Allah meridhaI mereka semua.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu ‘Awanah, dan Ibnu ‘Asakir, dan ia berkata: Ini hadits hasan shahih-sebagaimana dalam Kitab Muntakhab Kanzil Ummål (5/139).
Kisah Sahabat Anshar Saat Fathu Makkah
IMAM AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya, dari Abdullah bin Rabah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Sekelompok delegasi pernah datang kepada Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu pada bulan Ramadhan.
Aku dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu termasuk di antara mereka.
Kami biasa menyiapkan makanan untuk saling mengundang makan.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sangat sering mengundang kami untuk makan bersama.
Hasyim (salah seorang guru Imam Ahmad) dalam meriwayatkan haditsnya menyebutkan: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sangat sering mengundang kami ke tendanya (untuk makan bersama).
Aku pun berkata dalam hati: Tidakkah sebaiknya aku membuat hidangan makanan, lalu mengundang orang-orang ke tendaku (untuk makan bersama).”
Lalu aku mengatur agar hidangan makanan disiapkan. Kemudian aku menemui Abu Hurairah pada waktu Isya’.
Aku berkata kepadanya, “Wahai Abu Hurairah! Malam ini ada undangan makan di tendaku.”
la berkata, “Kamu mendahuluiku mengundang makan?”
“Benar,” jawabku. Kemudian aku mengundang orang-orang, maka mereka berkumpul di tempatku.
Abu Hurairah berkata, “Wahai sekalian orang-orang Anshar! Maukah kalian aku beritahu tentang sebuah hadis mengenai kalian?”












