8 - Zuhud

Para Sahabat Nabi SAW Rela Menginfakkan Harta yang Dicintai Demi Meraih Ridho Allah (2)

33
×

Para Sahabat Nabi SAW Rela Menginfakkan Harta yang Dicintai Demi Meraih Ridho Allah (2)

Sebarkan artikel ini

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Hilyatul-Auliya’ (1/297) dari Sa’id bin Abu Hilal, bahwa Abdullah bin Umar singgah di Juhfah dalam keadaan sakit.

la berkata, “Aku ingin sekali makan ikan yang besar. Orang-orang yang menyertainya pun mencarikan ikan untuknya, namun mereka hanya mendapatkan satu ekor.

Kemudian, ikan itu diambil oleh istrinya, yaitu Shafiyyah binti Abu ‘Ubaid.

la pun memasaknya, lalu menyajikannya kepada Ibnu Umar.

Kemudian, datanglah seorang miskin berdiri di hadapannya. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâ berkata kepadanya, “Ambillah ikan ini!”

Istrinya berkata, “Subhanallah! Engkau telah membuat kami lelah, dan kita pun masih punya bekal lainnya yang dapat kita berikan kepadanya.”

Ibnu Umar berkata, “Sesungguhnya, Abdullah menyukai ikan itu.” (Yakni justru apa yang disukai itulah yang hendaknya diberikan orang lain).

Abu Nu’aim meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari jalur sanad Umar bin Sa’d dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Dalam riwayat itu disebutkan: Istri Ibnu Umar berkata, “Kita berikan saja uang satu dirham kepadanya. Itu lebih berharga baginya daripada ikan ini. Dan kamu turutilah rasa keinginanmu untuk makan ikan.”

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâ menjawab, “Rasa keinginanku adalah apa yang ingin aku lakukan.”

Abu Nu’aim meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari jalur Nafi Ibnu Sa’d (4/122) meriwayatkannya pula beserta sanadnya dari Habib bin Abu Marzuq disertai tambahan, dengan lafal yang semakna.

IMAM Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Ansar yang paling banyak kebun kurmanya di Madinah.

Yang paling la sukai diantara kebun-kebun tersebut adalah Bairuha. Kebun itu terletak di hadapan Masjid Nabawi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa masuk ke dalam kebun itu dan meminum airnya yang segar.

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Ketika turun ayat: “Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian
menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai.”
(QS. Ali Imrân: 92).

Maka Abu Thalhah segera menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya, Allah tabaraka wata’âlâ telah berfirman: “Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah Bairuha’.

Saya menyedekahkannya karena Allah. Saya mengharapkan kebaikan dan simpanan pahala dari kebun itu di sisi Allah.

Terserah kepada engkau, wahai Rasulullah! Silakan engkau salurkan kebun itu seperti yang diberitahukan oleh Ailah kepadamu.”

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bagus. Itulah harta yang menguntungkan. Itulah harta yang menguntungkan.”

[Demikian dalam kitab at-Targhib wat-Tarhib (2/150)].

error: Content is protected !!