ABU NU’AIM dalam kitab Hilyatul-Auliya’ (1/51) meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Jadilah kalian wadah-wadah kitab suci dan sumber-sumber ilmu. Mintalah kepada Allah rezeki setiap hari yang cukup untuk satu hari.”
Abu Nu’aim juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Duduklah kalian bersama orang-orang yang bertobat, karena mereka adalah orang-orang yang hatinya paling lembut.”
Ibnu Abid-Dunya, Dinawari dalam Kitab Al-Mujalasah, dan Al-Hakim dalam Kitab Al-Kuna, meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Barangsiapa takut kepada Allah, maka ia tidak akan menumpahkan kemarahannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka ia tidak akan berbuat sesuka hatinya.
Sekiranya bukan karena adanya hari kiamat, niscaya keadaan tidak akan seperti apa yang kalian lihat ini.”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (8/235)].
Khara’ithi dan yang lainnya dari Umar rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Barangsiapa bersikap adil kepada orang lain dengan kesadaran hatinya, maka ia akan mendapatkan kesuksesan dalam urusannya.
Dan berendah hati dalam ketaatan kepada Allah kepada kebajikan lebih baik daripada bersikap angkuh dalam kemaksiatan.”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (8/235)].
Ibnu Abi Syaibah, ‘Askari, Ibnu Jarir, Daraquthni, dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkan beserta sanadnya dari Malik, bahwasanya telah sampai riwayat kepadanya bahwa Umar rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Kemuliaan seseorang ada dalam ketakwaannya. Kehormatannya ada dalam agamanya.
Dan keperwiraannya ada dalam akhlaknya. Sifat pemberani dan penakut merupakan tabiat dalam diri setiap orang.
Seorang pemberani bertarung untuk membela orang yang ia kenal dan orang yang tidak ia kenal, sementara seorang penakut melarikan diri meninggalkan ayah-ibunya dalam bahaya.
Biasanya, orang dianggap terpandang karena hartanya, dan dianggap mulia karena ketakwaannya.
Kamu (orang Arab) tidaklah lebih baik daripada orang Persia, orang ajam ataupun orang Nabath, kecuali dengan ketakwaan.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (8/235)].
Ibnu Abid-Dunya dan Dinawari meriwayatkan beserta sanadnya dari Sufyan Ats-Tsauri, ia berkata: Umar bin Khattab rodhiyallohu ‘anhu pernah menulis surat kepada Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallohu ‘anhu, yang isinya, “Sifat bijaksana tidaklah datang karena usia yang sudah tua, akan tetapi ia merupakan anugerah dari Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
Maka dari itu, hendaklah kamu menjauhi perkara-perkara yang rendah dan perilaku yang hina.”
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (8/235)].






