19 - Karakter

Kisah Perang Yarmuk dan Perang Qadisiyah, Minta Pertolongan Allah untuk Kemenangan

158
×

Kisah Perang Yarmuk dan Perang Qadisiyah, Minta Pertolongan Allah untuk Kemenangan

Sebarkan artikel ini

DISEBUTKAN dalam kitab Kanzul-Ummâl (3/145) pada pasal Kekhalifahan Abu Bakar radhiyallâhu ‘anhu, namun tidak disebutkan muhaddits yang men-takhrij-nya, dari “lyadh Al-Asy’ari, ia berkata: Aku mengikuti perang Yarmuk.

Ketika itu, pasukan kaum muslimin dipimpin oleh lima komandan’, yaitu Abu ‘Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan, Syurahbil bin Hasanah, Khalid bin Walid, dan lyadh radhiyalláhu anhum.

Umar berkata, “Jika terjadi peperangan, hendaklah kalian dipimpin oleh Abu Ubaidah.”

Lalu kami menulis surat kepadanya bahwa kami telah berada di ambang kematian, dan kami meminta bantuan berupa tambahan pasukan kepadanya.

Lalu, Umar radhiyallâhu ‘anhu menulis surat balasan kepada kami:

“Telah datang kepada kami surat kalian yang berisi bahwa kalian minta bantuan kepadaku. Sesungguhnya aku tunjukkan kalian kepada Yang lebih kuat pertolongan-Nya dan lebih kuasa untuk mendatangkan bala tentara. Dialah Allah ‘ozza wajalla.

Maka mohonlah pertolongan kepada-Nya, karena Muhammad shallalâhu ‘alaihi wasallam telah mendapatkan pertolongan pada peristiwa perang Badar dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit daripada jumlah kalian.”

(Aku (penyusun) berkata: Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad dari lyadh AI-Asy»ari -Lalu perawi meneruskan hadisnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama, hanya saja ia menyebutkan: Umar berkata (dalam suratnya), “Jika terjadi peperangan… dan seterusnya. -Dengan tambahan pada bagian akhirnya: Apabila telah datang suratku ini, maka perangilah mereka dan kalian tidak perlu membalas suratku ini.”

lyadh berkata: Maka kami berperang melawan musuh dan berhasil mengalahkan serta memukul mundur mereka sejauh empat farsakh.”

Kami mendapatkan harta (rampasan) yang banyak. Kami pun bermusyawarah.

Lalu lyadh (bin Ghanam) memberikan usulan agar menyerahkan sepuluh orang tawanan untuk menebus setiap satu orang tentara muslim yang ditawan musuh.

Abu Ubaidah bin Jarrah berkata, “Siapa yang mau berbalap kuda denganku?”

Seorang pemuda berkata, “Aku bersedia, dengan syarat engkau tidak akan marah (jika kalah).”

error: Allahu Akbar