1 - Dakwah

Dakwah Nabi SAW. kepada Kabilah Aus dan Khazraj di Musim Haji

4
×

Dakwah Nabi SAW. kepada Kabilah Aus dan Khazraj di Musim Haji

Sebarkan artikel ini

Ketika mendengar ayat-ayat tersebut, hati mereka pun tersentuh dan tunduk, sehingga mereka menerima dakwah beliau.

Kemudian lewatlah Abbas bin Abdul-Mutthalib ketika beliau bercakap-cakap dengan mereka. la pun mengenali suara Nabi shallallâhu alaihi wasallam.

Lalu ia berkata, “Hai keponakanku! Siapakah orang-orang yang bersamamu?”

Beliau bersabda, “Wahai paman! Mereka adalah orang-orang Yatsrib: Kabilah Aus dan Khazraj. Aku telah menyeru kepada mereka apa yang telah aku serukan kepada kabilah-kabilah (yang aku temui) sebelum mereka. Lalu mereka memenuhi seruanku dan membenarkanku. Mereka berkata akan membawaku pindah ke negeri mereka.”

Maka Abbas bin Abdul-Mutthalib pun turun dan mengikat hewan tunggangannya. Kemudian ia berkata kepada mereka, “Wahai sekalian orang-orang Aus dan Khazraj!

Ini adalah keponakanku, dia adalah orang yang paling aku cintai, maka jika kalian membenarkannya, beriman kepadanya, dan kalian ingin membawanya keluar dari negeri ini bersama kalian, maka aku ingin mengambil janji dari kalian sehingga hatiku menjadi tenang dengannya.

Juga janganlah kalian menelantarkannya ataupun menipunya, karena tetangga-tetangga kalian adalah orang-orang Yahudi, sedangkan orang-orang Yahudi adalah musuh baginya, dan aku tidak merasa aman atas tipu daya mereka terhadapnya.”

Maka berkatalah As’ad bin Zurarah yang merasa berat atas perkataan Abbas ketika menuduh Sa’d dan kawan-kawannya sehubungan dengan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah! Izinkan kami untuk menjawab ucapannya tanpa memancing kemarahan di dadamu ataupun menyinggung sesuatu yang engkau tidak suka, melainkan karena kesungguhan sambutan kami kepada dakwahmu, karena iman kepadamu.”

Maka Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Silakan kalian menjawabnya tanpa melontarkan tuduhan terhadapnya.”

Lalu berkatalah As’ad bin Zurarah seraya menghadapkan wajahnya kepada Rasulullah shallallôhu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya setiap seruan memiliki cara-caranya sendiri. Ada yang lembut dan ada yang keras. Hari ini engkau telah menyeru sebuah seruan yang datang dengan tiba-tiba dan terasa sulit bagi mereka.

Engkau menyeru kami agar meninggalkan agama kami dan mengikuti agamamu. Itu merupakan suatu posisi yang sulit, namun kami menyambut seruan itu.

Engkau juga menyeru kami agar memutuskan hubungan antara kami dan orang-orang, yakni tetangga, dan kerabat baik yang dekat maupun yang jauh. Itu merupakan suatu posisi yang sulit, namun kami menyambut seruan itu.

Engkau juga berdakwah kepada kami, sedangkan kami merupakan suatu kelompok dalam negeri yang penuh kemuliaan dan kekuatan pertahanan.

Tidak seorang pun yang memiliki harapan bahwa kami dipimpin oleh seorang laki-laki dari luar kelompok kami yang telah dikucilkan oleh kaumnya sendiri dan ditelantarkan oleh paman-pamannya sendiri.

Itu merupakan suatu posisi yang sulit, namun kami menyambut seruan itu.

Semua itu merupakan posisi yang tidak disukai orang pada umumnya, yang dikehendaki oleh Allah untuk berada di atas jalan kebenaran dan mencari kebaikan dalam kesudahannya.

Dan kami telah menyambut hal itu dengan lisan kami, dada kami, dan tangan kami karena beriman dengan apa yang engkau bawa, dan membenarkan keyakinan yang ada di hati kami.

Kami berbaiat kepadamu atas hal itu dan kami berbaiat kepada Tuhan kami dan Tuhanmu. Tangan Allah di atas tangan-tangan kami (kami berjanji setia kepada Allah).

Kami rela mengorbankan darah kami untuk membela darahmu. Tangan-tangan kami di bawah tanganmu (kami berjanji setia kepadamu).

Kami akan melindungimu dari perkara yang darinya kami melindungi diri kami, anak-anak kami, dan istri-istri kami.

Kemudian jika kami menepati janji itu, maka kami menepatinya karena Allah, namun jika kami berkhianat, maka sebenarnya kami berkhianat kepada Allah. Dengan demikian kami akan menjadi orang-orang yang celaka.

Ini adalah kebenaran dari kami wahai Rasulullah! Dan Allah-lah yang dimohon pertolongan-Nya.”

error: Allahu Akbar