Mafruq berkata, “Kami harus mengerahkan segenap kemampuan kami. Namun setiap kaum berhak mendapatkan keberuntungan.”
Abu Bakar berkata, “Lalu bagaimana jalannya peperangan antara kalian dan musuh kalian?”
Mafruq berkata, “Kemarahan kami memuncak ketika bertemu musuh, dan perlawanan kami memuncak ketika kami sedang marah.
Kami lebih mengutamakan kuda yang cepat larinya daripada anak-anak kami, mengutamakan senjata daripada unta perahan.
Namun kemenangan itu dari Allah. Kadang-kadang Dia memberikan kemenangan kepada kami, dan kadang-kadang menimpakan kekalahan kepada kami. Apakah kamu orang Quraisy?”
Abu Bakar berkata, “Jika telah sampai kabar kepada kalian bahwa seseorang dari kabilah Quraisy adalah Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam, maka inilah orangnya.”
Mafruq berkata, “Telah sampai kabar kepada kami bahwa ia mengatakan seperti itu.”
Kemudian Mafruq menoleh kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Kepada apa kamu menyeru, hai orang Quraisy?”
Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasalam pun maju, lalu duduk. Sedangkan Abu Bakar berdiri sambil menaungi beliau dengan pakaiannya.
Lalu Rasulullah shallallâhu ‘aloihi wasallam bersabda, “Aku menyeru kalian kepada kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata-mata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, juga agar kalian memberiku tempat, melindungiku, dan membelaku, sehingga aku dapat menunaikan tugas yang telah Allah ta’ölå perintahkan kepadaku, karena kabilah Quraisy telah menentang perintah Allah, mendustakan Rasul-Nya, dan merasa cukup dengan kebatilan tanpa mempedulikan kebenaran.
Padahal Allah-lah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.”
Mafruq bertanya lagi kepada beliau, “Kepada apa lagi kamu berdakwah hai orang Quraisy?”






