11 - Iman

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

4
×

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

Sebarkan artikel ini

Dalam bab Kesepakatan Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum untuk Mengangkat Abu Bakar Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu Sebagai Khalifah, telah disebutkan khutbah Abu Bakar.

Diantara isi khutbah itu, “Allah telah memberi umur kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjaganya tetap hidup hingga dia telah menegakkan agama Allah, mensyiarkan hukum Allah, menyampaikan risalah Allah, dan berjihad di jalan Allah.

Kemudian, Allah mewafatkannya dalam keadaan yang demikian dan meninggalkan kalian di atas jalur kebenaran.

Kini, siapa pun yang akan mati, berarti dia mati setelah sampai kepadanya Bukti yang Jelas dan Obat Penyembuh (Alquran).

Oleh karena itu, barangsiapa menjadikan Allah sebagai Rabb-nya, ketahuilah bahwa Allah Maha Kekal dan tidak akan mati, dan barangsiapa menyembah Muhammad dan memosisikannya sebagai tuhan, berarti tuhannya sudah mati.

Takutlah kalian kepada Allah, wahai semua orang! Pegang teguhlah agama kalian dan bertawakallah kepada Rabb kalian, karena agama Allah akan tetap tegak dan kalimat Allah telah sempurna.

Allah akan menolong orang yang menolong agamaNya dan Dia sendiri yang akan mengukuhkan agama Nya.

Sungguh, kini kitab Allah berada di tengah-tengan kita. Ia adalah Cahaya dan Obat Penyembuh. Dengannya, Allah memberi petunjuk kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai perkara yang Allah halalkan dan yang Dia haramkan.

Demi Allah, kita tidak peduli makhluk Allah mana pun yang akan membuat propaganda untuk menyerang kita.

Pedang-pedang Allah telah terhunus dan tidak akan kita letakkan kembali. Sungguh, kita akan terus melawan orang-orang yang beroposisi kepada kita sebagaimana yang telah kita lakukan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

(Diriwayatkan beserta sanadnya oleh Baihaqi dari ‘Urwah bin Zubair).

14. Perkataan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anhâ Ketika Seorang Wanita Meninggal di Saat Bersujud di Rumahnya

AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Alqamah, dari ibunya, bahwa seorang wanita berkunjung ke rumah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ. Lalu, ia mengerjakan shalat di rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan sehat.

la pun bersujud, namun tidak kunjung mengangkat kepalanya hingga meninggal.

Lalu ‘Aisyah berkata, “Segala puji bagi Allah yang Maha menghidupkan dan mematikan.

Dalam kejadian ini ada pelajaran untukku mengenai kasus Abdurrahman bin Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma, la tidur di tempat ia biasa tidur siang.

Lalu, orang-orang membangunkannya, namun mereka mendapatinya telah meninggal.

Maka timbullah persangkaan buruk dalam diri ‘Aisyah, bahwa seseorang telah berbuat jahat terhadap Abdurrahman atau orang-orang terburu menguburnya padahal ia masih hidup.

Maka ‘Aisyah mengerti bahwa peristiwa tersebut adalah pelajaran baginya dan hilanglah persangkaan buruk yang timbul dalam dirinya itu.”

error: Allahu Akbar