11 - Iman

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

3
×

Iman Kepada Allah ‘Azza Wajalla dan Sifat-sifatNya (3)

Sebarkan artikel ini

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi dalam Kitab Al-Asmó’ Wash-Shifat (hal. 36).

Dalam riwayat lain oleh Ibnu Abi Hatim, sebagaimana dinukil dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, dari ‘Aisyah, bahwa ia berkata: Mahasuci Zat yang Maha Mendengar segala sesuatu.

Sesungguhnya, aku mendengar perkataan Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anhâ, namun sebagian tidak terdengar secara jelas olehku.

Dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan berkata, “Wahai, Rasulullah. Ia telah makan hartaku, menghabiskan masa mudaku, dan mengeluarkan anak-anak dari perutku.

Sampai ketika umurku sudah tua dan habis peranakanku, ia melakukan zhihâr terhadapku. Ya, Allah. Sesungguhnya, aku mengadu kepadamu.” ‘

Aisyah berkata: Sebelum ia beranjak pergi, turunlah Jibril dengan membawa ayat ini:

قَدْ سَمِعَ اللهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا ﴾ (المجادلة: ١)

“Sesungguhnya, Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya.” (QS. Al-Mujadilah: 1).

‘Aisyah berkata: Suaminya adalah Aus bin Shamit radhiyallahu ‘anhu.

13. Perkataan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Iman kepada Allah Subhanahu Wata’âlâ

IMAM BUKHARI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Târikh-nya dan Utsman Ad-Darimi dalam kitab Ar-Radd ‘Alal-Jahmiyyah dan Ashbahani dalam Kitab Al-Hujjah dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai,
hadirin sekalian! Jika Muhammad adalah tuhan kalian yang kalian sembah, maka kini ia telah mati.

Namun, jika tuhan kalian adalah yang ada di langit, maka tuhan kalian itu tidak akan mati.”

Kemudian ia membaca ayat:

وَمَا مُحَمَّدُ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَو قبل الطلبة عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ
عَلَى عَقِيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ ) (آل عمران: (١٤٤)

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.

Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?

Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imrân: 144).

[Ibnu Katsir berkata: Para perawi dalam sanadnya tsiqat. -Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummál (4/51)].

error: Allahu Akbar