Beliau menusuk mata berhala tersebut dengan ujung busur panah seraya berucap:
جاء الحق وزهق الباطل إن التامل كان زهوة.
“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itunadalah sesuatu yang pasti lenyap.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi ke bukit Shafa dan naik ke puncaknya, sehingga dapat melihat ka’bah.
Lalu beliau mengangkat tangannya dan mulai berdzikir dan berdoa untuk beberapa waktu.
Orang-orang Anshar yang berdiri di bawah beliau berkata satu sama lain, “Sepertinya beliau sudah rindu dengan kampung halaman dan merasa sayang terhadap kerabatnya.”
Abu Hurairah bercerita lebih lanjut: Kemudian datanglah wahyu. Apabila wahyu turun, tidak ada diantara kami yang merasa asing.
Maka di antara kaum muslimin tidak ada yang mengangkat pandangannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga wahyu selesai diturunkan.
(Hasyim meneruskan hadisnya): Setelah wahyu selesai diturunkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat pandangannya, kemudian berkata, “Wahai orang-orang Anshar! Apakah kalian mengatakan, ‘Sepertinya beliau sudah rindu dengan kampung halaman, dan merasa sayang terhadap kerabatnya.”
Orang-orang Anshar menjawab, “Kami telah mengucapkan perkataan tersebut wahai Rasulullah!”
Rasulullah bersabda, “Jika demikian halnya, lalu siapa namaku?
Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku telah berhijrah kepada Allah dan kepada kalian.
Aku akan hidup bersama kalian, dan aku akan mati bersama kalian pula.”
Kemudian orang-orang Anshar datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya menangis dan berkata, “Demi Allah! Kami mengatakan apa yang telah kami ucapkan itu karena cinta kami yang amat sangat kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mempercayai kalian dan menerima alasan kalian.”
Diriwayatkan pula oleh Muslim, dan Nasai, dari hadis riwayat Abu Hurairah, dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
[Demikian dalam Kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (4/307)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah secara ringkas, -sebagaimana dalam Kitab Kanzul-‘Ummâl (7/135).












