16 - KhutbahUpdate

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

54
×

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

Sebarkan artikel ini

Maka kabar itu sampai kepada Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam, lalu beliau berdiri menyampaikan khotbah dengan bersabda, (sedangkan aku melihat beliau yang ketika itu menyandarkan punggungnya ke Ka’bah), “Sesungguhnya orang yang paling dimusuhi oleh Allah adalah orang yang melakukan pembunuhan di tanah suci, atau membunuh orang yang tidak ingin membunuhnya, atau membunuh karena dendam jahiliyah.”

Maka berdirilah seorang laki-laki lalu berkata, “Si Fulan anak saya!”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dalam Islam tidak diperbolehkan menasabkan seseorang kepada selain ayah dan kerabatnya.

Kini, aturan zaman jahiliyyah telah musnah. Anak itu milik suami atau tuan dari wanita yang melahirkannya. Sedangkan bagi pezina adalah batu (al-atslab),”

Mereka berkata, “Apa maksud kata al-atslab?”

Beliau bersabda, “Maksudnya batu.”

Beliau juga bersabda, “Tidak ada shalat (nafil) setelah salat Silakan hingga terbit matahari, dan tidak ada shalat (nafil) setelah Shalat Ashar hingga terbenam matahari.”

Beliaupun bersabda, “Seorang perempuan tidak boleh dimadu dengan bibinya, baik dari pihak ibu maupun ayahnya.”

[Haitsami (6/178) berkata: Para perawinya tsiqot. Dalam kitab Shahih disebutkan larangan shalat setelah shalat hingga terbit dan terbenam matahari, sedangkan dalam kitab Sunan disebutkan sebagian darinya].

5. Khutbah Lain yang Disampaikan Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Ketika Fathu Makkah

lBNU MAJAH meriwayatkan beserta sanadnya (hal. 478) dari lbnu Umar bahwa pada hari ketika terjadi Fathu Makkah, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam berdiri di atas tangga Ka’bah.

Beliau membaca tahmid dan tsaná kepada Allah, lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan kelompok sekutu sendirian.

Ingatlah! Sesungguhnya orang yang terbunuh secara tersalah (tidak sengaja) yakni yang terbunuh dengan cambuk dan tongkat, dia atas pembunuhannya itu adalah seratus ekor unta, empat puluh ekor darinya adalah unta yang bunting, sedang mengandung janin unta di dalam perutnya.

Ingatlah! Sesungguhnya semua kedudukan yang menjadi kebanggaan secara turun temurun serta derndam atas pembunuhan pada zaman jahiliyah, kini (dihapuskan) dibawah kedua telapak kakiku ini, kecuali yang berupa perkhidmatan kepada baitullah dan pemberian minum kepada jamaah haji.

error: Allahu Akbar