Maka Allah memberikan tempo kepada mereka selama tiga hari, sedangkan janji Allah tidak dapat didustakan.
Lalu datanglah kepada mereka suara keras yang mengguntur.
Maka Allah membinasakan orang-orang yang termasuk dari mereka di antara langit dan bumi, kecuali seseorang yang sedang berada di tanah suci. Tanah suci telah melindunginya dari siksa Allah.”
Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah dia?”
Beliau bersabda, “Abu Righal.”
[Haitsami (7/38) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath, Bazzar dan Ahmad dengan lafal yang sebagian besar sama. Para perawi Ahmad adalah perawi kitab Shahih].
3. Khutbah Lain yang Disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam Perjalanan Menuju Tabuk
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Al-Mu’jamul-Kabir, dari Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhumâ, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam naik mimbar pada hari perang Tabuk, beliau menyampaikan tahmid dan tsana kepada Allah, kemudian beliau bersbda, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya aku tidak menyuruh kalian kecuali dengan apa yang Allah perintahkan kepada kalian, tidak pula aku melarang kalian kecuali apa yang Allah larang kepada kalian.
Maka carilah (rezeki) dengan cara yang baik! Demi Zat Yang jiwa Abul-Qasim ada di tangan-Nya! Sesungguhnya setiap orang dari kalian dicari-cari oleh rezekinya sebagaimana ia dicari-cari oleh ajalnya.
Lalu jika terjadi kesulitan pada diri kalian dalam hal rezeki, maka carilah ia dengan ketaatan kepada Allah ‘azza wajalla.”
[Demikian dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (3/196)).
4. Khutbah Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Makkah
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma, ia berkata: Setelah kota Makah berhasil ditaklukkan oleh Rasululah shallallähu ‘alaihi wasllam, beliau bersabda: “Tahanlah senjata kalian, kecuali Kabilah Khuza’ah terhadap Bani Bakar!”
Maka beliau mengizinkan kabilah Khuza’ah (untuk mengangkat senjata terhadap Bani Bakar) hingga Shalat Ashar.
Kemudian setelah itu beliau bersabda, “Tahanlah senjata kalian!”
Kemudian pada keesokan harinya, bertemulah seseorang dari kabilah Khuza’ah dengan seseorang dari Bani Bakar di Muzdalifah, lalu membunuhnya.






