16 - KhutbahUpdate

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

56
×

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

Sebarkan artikel ini

Ingatlahl Sesungguhnya aku nyatakan bahwa kedua tugas mulia itu tetap berlaku seperti sebelumnya.”

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan beserta sanadnya dari lbnu Umar radhiyallähu ‘anhumá, ia berkata: Pada hari ketika terjadi Fathu Makkah, Rasulullah shallalláhu ‘alaihi wasallam melakukan tawaf di atas untanya yang bernama Qashwa’.

Beliau menyentuh sudut-sudut ka’bah dengan tongkat yang beliau bawa di tangannya.

Lalu beliau tidak menemukan tempat yang cukup untuk menderumkan unta beliau di dalam masjid.

Akhirnya beliau turun dari unta di atas tangan-tangan para sahabat (sebagai pijakan kaki).

Beliau pun membawa untanya itu keluar menuju Bathnul-Masil, lalu unta itu diderumkan di sana.

Kemudian Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menyampaikan khotbah kepada kaum muslimin di atas hewan tunggangannya.

Beliau membaca tahmid dan tsana’ kepada Allah dengan apa yang pantas bagi-Nya.

Kemudian beliau bersabda: “Hadirin sekalian! Sesungguhnya Allah ta âlâ telah menghilangkan kesombongan masa jahiliyah dari diri kalian serta rasa kebanggaan terhadap nenek moyang.

Manusia terbagi menjadi dua macam: (1) orang saleh, bertakwa, dan mulia di sisi Allah ta’âlâ, dan (2) pendosa yang celaka dan hina dalam pandangan Allah ta’âlâ.

Sesungguhnya Allah ta’âlâ berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurât: 13)

Kemudian Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demikianlah apa yang aku sampaikan. Aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku sendiri dan juga untuk kalian semua.”

Demikian pula diriwayatkan oleh Abd bin Humaid, -sebagaimana dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (4/218).

error: Allahu Akbar