Lalu beliau menawarkan kepada mereka agar menerima beliau. Beliau juga mengadukan kepada mereka cobaan dan perlakuan buruk yang beliau terima dari kaumnya.
Maka salah seorang di antara mereka berkata, “Aku akan mencuri tirai Ka’bah jika benar bahwa Allah mengutusmu dengan membawa sesuatu.”
Yang lain berkata, “Demi Allah! Aku tidak akan berbicara denganmu sepatah kata pun setelah ini selamanya. Jika benar bahwa kamu seorang utusan, maka kamu terlalu mulia untuk berbicara dengan kami.”
Dan yang lain berkata, “Apakah Allah tidak mampu untuk mengutus orang lain selain kamu?”
Bahkan mereka menyebarkan kepada orang-orang Tsaqif tentang apa yang beliau katakan kepada mereka.
Mereka berkumpul untuk memperolok-olok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Mereka duduk dalam dua barisan di sisi jalan yang beliau lalu. Mereka memegang bebatuan di tangan mereka.
Setiap kali beliau mengangkat kakinya ataupun meletakkan, selalu saja mendapatkan lemparan bebatuan dari mereka. Dalam pada itu, mereka juga memperolck-olokkan dan menghina beliau.
Setelah beliau melewati dua barisan tersebut dengan kedua telapak kaki yang mengalirkan darah, beliau berjalan menuju sebuah kebun berpagar milik mereka.
Beliau datang ke bawah naungan sebuah pohon anggur, lalu duduk di dekat batang pohon dalam keadaan bersedih dan sakit, sedangkan kedua telapak kaki beliau mengalirkan darah.
Ternyata di kebun anggur tersebut ada Utbah bin Rabi’ah dan Syaibah bin Rabi’ah. Ketika melihat mereka, beliau enggan untuk datang kepada mereka karena mengetahui sikap permusuhan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, sedangkan beliau dalam keadaan seperti itu.
Lalu “Utbah dan Syaibah mengutus budak mereka yang bernama ‘Addas yang beragama Nasranil dari penduduk Ninawa kepada beliau dengan membawakan anggur.
Setelah sampai ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia meletakkan anggur tersebut di hadapan beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengucapkan, “Bismillah!”
Maka Addas merasa heran. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Dari negeri manakah kamu hai ‘Addas?”
la berkata, “Aku berasal dari Ninawa.”
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dari kota seorang laki-laki saleh yang bernama Yunus bin Matta?”
‘Addas berkata kepadanya, “Apa yang engkau ketahui tentang Yunus bin Matta?”






