5 - Nusroh

Setelah Berkhianat Pada Perang Khandaq, Bani Quraizhah Dikepung dan Dieksekusi dengan Keputusan Said bin Muadz

139
×

Setelah Berkhianat Pada Perang Khandaq, Bani Quraizhah Dikepung dan Dieksekusi dengan Keputusan Said bin Muadz

Sebarkan artikel ini

Lalu datanglah malaikat Jibril ‘alaihis-salam dengan sisa-sisa kepulan debu yang masih lekat pada gigi-gigi serinya.

la berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Engkau telah meletakkan senjatamu?

Demi Allah! Para malaikat belum meletakkan senjata mereka. Berangkatlah engkau menuju Bani Quraizhah, lalu perangilah mereka.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengenakan lagi perlengkapan perangnya, dan menyerukan pengumuman kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum agar berangkat lagi untuk berperang.

Ketika melewati pemukiman Bani Ghanam yang tinggal di sekitar lingkungan Masjid nabawi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Siapa tadi yang telah lewat di tempat kalian ini?”

Mereka menjawab, “Yang lewat adalah Dihyah Al-Kalbi (radhiyallahu ‘anhu).”

Memang, janggut, gigi, dan wajah Dihyah menyerupai Jibril ‘alaihis-salam (sehingga mereka mengira Dihyah yang lewat).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke tempat Bani Quraizhah, lalu mengepung mereka selama dua puluh lima malam.

Ketika Bani Quraizhah merasa tidak sanggup lagi menanggung pengepungan dan penderitaan pun terasa semakin berat, maka diserukan kepada mereka, “Menyerahlah kalian dengan keputusan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu mereka meminta arahan Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir. la pun menyampaikan kepada mereka bahwa mereka akan dibunuh (jika mengikuti seruan tersebut).

Kemudian mereka berkata, “Kami bersedia menyerah dengan keputusan dari Said bin Muadz.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Silakan kalian menyerah dengan keputusan dari Said bin Musadz.”

Lalu Said bin Muadz radhiyallahu ‘anhu dihadirkan diatas seekor keledai yang dilengkapi dengan pelana yang terbuat dari sabut pohon kurma, la dinaikkan di atas keledai, sementara orang-orangnya mendampingi disekitarnya.

Mereka berkata kepada Said, “Wahai Abu Amr! Bani Quraizhah adalah sekutu dan orang-orang dekatmu, juga telah membantu kita mengalahkan musuh. Mereka adalah orang-orang yang telah kita kenal dengan baik.”

Namun Said tidak memberikan jawaban sedikit pun, dan bahkan tidak menoleh ke arah mereka. Ketika sudah mendekat ke pemukiman Bani Quraizhah, Said menoleh kepada orang-orangnya, lalu berkata, “Sekarang tiba waktunya bagiku untuk tidak peduli atas celaan orang dalam menegakkan agama Allah!”

‘Aisyah berkata: Abu Said radhiyallahu ‘anhu berkata: Ketika Said tiba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sambutlah tuan kalian dan bantulah ia turun!”

Umar berkata, “Tuan kami adalah Allah.”

Beliau mengulang, “Bantu ia turun.”

Maka para sahabat pun membantunya turun. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Tetapkan keputusan terhadap mereka.”

Said berkata, “Aku memutuskan bahwa semua laki-laki yang layak berperang harus dibunuh, anak-anak dan istri mereka harus ditawan, dan harta mereka akan dibagi-bagikan (sebagai fai’).”

error: Allahu Akbar