“Benar,” sahut Abu Jahal.
Maka Abul-Bakhtari mengangkat cambuknya, lalu memukul kepala Abu Jahal dengannya. Orang-orang yang ada pun saling menyerang.
Namun Abu Jahal berteriak, “Payah kalian! Aku maafkan pukulannya! Sebenarnya Muhammad ingin menyulut permusuhan diantara kita, sedangkan ia dan kawan-kawannya selamat.”
[Haitsami (6/18) berkata bahwa dalam sanadnya terdapat Ajlah bin Abdullah Al-Kindi, ia tsiqât menurut Ibnu Ma’in dan yang lainnya, dan di-dha’if-kan oleh Nasa`i dan yang lainnya].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam Kitab Dalâ ilun-Nubuwwah (hal. 90) dengan lafal yang sebagian besarnya sama seperti pada riwayat Bazzar, dan Thabarani.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan yang lainnya secara ringkas, kisah tanpa menyebutkan Kisah Abul-Bakhtari.
Dan dalam lafal-lafal kitab sahih disebutkan bahwa setelah melakukan perbuatan tersebut, mereka tertawa-tawa hingga terhuyung-huyung karena tertawa berlebihan.
Menurut riwayat Ahmad disebutkan: Abdullah (bin Mas’ud) berkata: Sungguh, kemudian aku melihat mereka semua terbunuh pada Perang Badar.
[Demikian dalam Kitab Al-Bidâyah Wan-Nihâyah (3/44)].












