Lalu ia ditolong oleh beberapa orang Anshar. Sedangkan orang dari kalangan Muhajirin itu juga berteriak, “Wahai orang-orang Muhajirin!”
Lalu ia ditolong oleh beberapa orang Muhajirin. Bahkan terjadi sedikit perkelahian antara orang-orang Muhajirin dan Anshar tersebut.
Kemudian kedua pihak tersebut berhasil dilerai. Lalu semua orang munafik atau orang yang ada penyakit dalam hatinya berkumpul di hadapan Abdullah bin Ubay bin Salul.
Masing-masing berkata kepada Abdullah, “Sebelumnya engkau adalah orang yang sangat diharapkan dan bisa membela, akan tetapi sekarang engkau tidak lagi melakukan sesuatu yang merugikan ataupun menguntungkan.
Sementara para Jalabib itu saling menolong untuk memusuhi kita.” -Orang-orang munafik biasa menyebut orang yang baru datang berhijrah ke Madinah dengan sebutan Jalabib.
Abdullah bin Ubay -musuh Allah- berkata, “Demi Allah! Sungguh, jika kita telah kembali ke Madinah, orang-orang yang kuat benar-benar akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.”
Malik bin Dukhsyun -salah seorang munafik- berkata, “Bukankah aku telah berkata kepada kalian: Janganlah kalian memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam)?”
Ketika perkataan tersebut sampai ke telinga Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk memenggal leher orang yang telah menimbulkan kekacauan di antara orang banyak.” -Orang yang dimaksud oleh Umar radhiyallahu ‘anhu adalah Abdullah bin Ubay.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Umar, “Apakah kamu akan membunuhnya jika aku perintahkan kepadamu untuk membunuhnya?”
Jawab Umar, “Ya, demi Allah! Jika engkau memerintahkanku agar membunuhnya, pasti aku akan memenggal lehernya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Duduklah kamu.”
Kemudian datanglah Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu, seorang Anshar yang berasal dari Bani Abdil-Asyhal.
Sesampainya di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkan aku memenggal leher orang yang telah menimbulkan kekacauan di antara orang banyak itu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu akan membunuhnya jika aku perintahkan kepadamu untuk membunuhnya?”
Jawab Usaid, “Ya, demi Allah! Jika engkau memerintahkanku agar membunuhnya, pasti aku akan memenggal lehernya di bawah cuping telinganya dengan pedang.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Duduklah kamu.”






