12 - Shalat

Berjalan Kaki ke Masjid dan Larangan Tergesa-gesa Menuju Sholat Berjemaah

2
×

Berjalan Kaki ke Masjid dan Larangan Tergesa-gesa Menuju Sholat Berjemaah

Sebarkan artikel ini

Dalam riwayat Humaidi disebutkan, “la akan mendapatkan satu derajat dari setiap langkah yang ia langkahkan menuju masjid.”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (4/244)].

2. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Memendekkan Langkah Ketika Berjalan Kaki Menuju Masjid

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah berjalan kaki bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mendatangi shalat (jamaah).

Beliau memendekkan langkah kakinya. Lalu, beliau bertanya, “Tahukah kalian mengapa aku memendekkan langkah?”

Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda, “Seorang hamba senantiasa dianggap dalam shalat, selama ia menuju shalat.”

[Haitsami (2/32) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dalam Kitab Al-Mu’jamul-Kabir.

Menurut riwayatnya yang lain disebutkan, “Aku melakukannya hanyalah untuk memperbanyak langkah kakiku ketika menuju shalat.”

Dalam sanadnya terdapat Dhahhak bin Nibras, dan dia adalah rawi yang dha’if.

Diriwayatkan pula olehnya secara mauquf atas Zaid bin Tsabit, dan para perawinya adalah perawi Kitab Shahih).

3. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu Memendekkan Langkah Ketika Berjalan Kaki ke Masjid

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Al-Mu’jamul-Kabir dari Tsabit, ia berkata: Ketika aku sedang berjalan kaki bersama Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu di Zawiyah”, tiba-tiba ia mendengar azan.

Kemudian, ia memendekkan langkahnya sampai aku masuk masjid.

Kemudian, ia berkata, “Tahukah kamu, hai Tsabit, mengapa tadi aku berjalan kaki dengan cara seperti itu?”

error: Allahu Akbar