12 - ShalatUpdate

Kecintaan dan Perhatian Nabi SAW.Terhadap Shalat

125
×

Kecintaan dan Perhatian Nabi SAW.Terhadap Shalat

Sebarkan artikel ini

1. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Penyejuk Mataku Diletakkan di Dalam Salat,” dan Perkataan Jibril ‘Alaihis-Salâm Tentang Shalat

AHMAD dan Nasa’i meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Minyak wangi dan wanita dijadikan sebagai perkara yang aku sukai, dan penyejuk mataku diletakkan di dalam salat.”

Menurut riwayat Ahmad dari ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Jibril berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Salat telah dijadikan sebagai perkara yang kamu sukai, maka kerjakanlah salat sebanyak yang kamu inginkan.” [Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (6/58)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Kabir dari ibnu ‘Abbas dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

[Haitsami (2/270) berkata: Dalam sanadnya terdapat Ali bin Yazid, ia dipermasalahkan. Sedangkan para perawi yang lain adalah perawi kitab Shahih].

2. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Kesenangan Khususku Ada dalam Qiyamullail.”

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari ibnu ‘Abbas, bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan orang-orang berada di sekitarnya.

Lalu, beliau bersabda, “Sesungguhnya, Allah memberikan kesenangan khusus kepada setiap nabi, dan kesenangan khususku ada pada qiyamullail.

Apabila aku berdiri (mengerjakan qiyamullail), maka janganlah seorang turut mengerjakan salat di belakangku (sebagai makmum).

Dan sesungguhnya, Allah memberikan rezeki secara khusus kepada setiap nabi, dan rezeki khusus untukku adalah seperlima dari ghanimah. Maka apabila aku meninggal, seperlima itu untuk ulil-amri sepeninggalku.”

[Haitsami (2/271) berkata: Dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Abdullah bin Kaisan dari ayahnya. Ishaq dinyatakan layyin oleh Abu Hatim. Ayahnya dinyatakan tsiqah oleh ibnu Hibban dan dinyatakan dha’if oleh Abu Hatim dan yang lainnya].

error: Allahu Akbar