Akhirnya mereka berhasil menemukannya. Lalu mereka membawa Khalid kepada ayahnya, Abu Uhaihah. Ia pun memarahinya, mencelanya dengan keras, dan memukulnya dengan cambuk yang ada di tangannya hingga patah di kepala Khalid.
Kemudian Abu Uhaihah berkata, “Apakah kamu mengikuti Muhammad, sedangkan kamu tahu bahwa ia menentang kaumnya, mencela tuhan-tuhan mereka dan mencela nenek moyang mereka yang telah tiada?”
Khalid berkata, “Demi Allah, Muhammad benar, aku mengikutinya.”
Maka marahlah ayah Khalid, yakni Abu Uhaihah. Ia mencemooh dan mencaci Khalid, kemudian berkata, “Pergilah kamu hai anak dungu, ke mana saja kamu mau! Demi Allah! Sungguh, aku tidak akan memberimu makan.”
Khalid berkata, “Jika engkau tidak memberiku makan, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memberiku rezeki yang cukup untuk menjalani hidup.”
Maka Abu Uhaihah mengeluarkan Khalid dari rumahnya dan berkata kepada anak-anaknya yang lain, “Jika ada salah seorang dari kalian yang berbicara dengannya, maka aku akan memperlakukannya seperti Khalid.”
Lalu Khalid pergi kepada Rasulullah SAW. la terus menyertai beliau dan tinggal bersama beliau.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Sa’d, dari Waqidi, dari Ja’far bin Muhammad, dari Muhammad bin Abdullah dengan lafal yang sebagian besarnya sama secara panjang lebar.
Demikian ini disebutkan dalam Kitab Al-Isti’âb (1/401) dari jalur sanad Waqidi: la menambahkan: Khalid pun menghilang dari rumah ayahnya di berbagai penjuru Kota Makah, hingga ketika para sahabat Rasulullah SAW. berangkat ke Negeri Habasyah dalam gelombang hijrah yang kedua, Khalid turut berhijrah ke sana.
Al-Hakim (3/349) juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Khalid bin Sa’id bahwa ketika Sa’id bin ‘Ash bin Umayyah sakit, ia berkata, “Jika Allah memberiku kesembuhan dari sakitku ini, niscaya tuhan yang disembah oleh Ibnu Abi Kabsyah di lembah Mekah selamanya.”
Lalu Khalid bin Sa’id berkata ketika itu, “Ya Allah! Janganlah engkau sembuhkan ia.”
Maka Sa’id meninggal dalam sakitnya itu. Hal ini diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Sa’d (4/95).












