5 - Nusroh

Kisah Pembunuhan Ka’b yang Merongrong Islam

37
×

Kisah Pembunuhan Ka’b yang Merongrong Islam

Sebarkan artikel ini

Kemudian Muhammad bin Maslamah datang menemui Ka’b pada malam hari, dengan ditemani Abu Na’ilah, yang merupakan saudara sepersusuan Ka’b.

Ka’b mengajak mereka ke sebuah benteng, dan ia turun untuk menemui mereka.

Istri Ka’b bertanya, “Mau ke mana engkau pada saat seperti ini?”

Ka’b menjawab, “la hanyalah Muhammad bin Maslamah dan saudaraku Abu Na’ilah.”

[Menurut riwayat lain selain dari Amr bin Dinar disebutkan: Istri Ka’b berkata, “Aku mendengar suara yang membuatku berfirasat akan ada darah yang mengalir.”

Ka’b berkata, “la hanya saudaraku Muhammad bin Maslamah dan saudara sepersusuanku Abu Na’ilah.

Seseorang yang mulia akan tetap memenuhi undangan, meski ia diundang untuk bertarung pada malam hari.”]

Muhammad bin Maslamah membawa serta dua orang bersamanya.

[Ketika ditanyakan kepada Sufyan, “Apakah Amr menyebutkan nama mereka?”

la menjawab: Amr menyebutkan salah satunya.

Amr berkata: la membawa serta dua orang bersamanya. Sedangkan selain Amr berkata: Mereka adalah Abu ‘Abs bin Jabr, Harits bin Aus, dan ‘Abbad bin Bisyr.

‘Amr berkata: la membawa serta dua orang bersamanya].

Lalu Muhammad bin Maslamah berkata kepada mereka, “Ketika ia tiba, aku akan memegang rambutnya untuk mencium baunya. Lalu jika kalian melihat bahwa aku telah memegang kepalanya dengan baik, maka bereskan dan penggallah ia.

[Suatu kali ‘Amr pernah menyebutkan (perkataan Muhammad bin Maslamah):

Kemudian aku akan memberi kesempatan kepada kalian untuk mencium baunya pula].

Kemudian Ka’b tiba dengan mengenakan selempang yang menebarkan aroma wewangian. Muhammad bin Maslamah berseru, “Sampai hari ini belum pernah aku mencium wewangian yang lebih harum daripada wewangian ini!”

Ka’b berkata, “Aku memiliki istri seorang wanita Arab yang paling harum dan yang paling sempurna.”

Muhammad bin Maslamah berkata, “Bolehkah aku mencium harum kepalamu.”

“Boleh,” Sahut Ka’b.

Lalu Muhammad bin Maslamah mencium harum kepala Ka’b dan memberikan kesempatan kepada kawan-kawannya untuk menciumnya pula.

error: Content is protected !!