Kemudian Muhammad bin Maslamah bertanya, “Apakah engkau mengizinkanku (untuk kedua kalinya)?”
“Boleh,” Jawab Ka’b.
Lalu setelah Muhammad bin Maslamah memegang kepala Ka’b dengan kuat, ia berkata kepada kawan-kawannya, “Bereskan!”
Maka mereka pun membunuhnya. Kemudian mereka menghadap Nabi SAW., dan melaporkannya.
Dalam riwayat lain oleh Urwah disebutkan: Lalu mereka melaporkannya kepada Nabi SAW. Beliau pun memuji Allah ta’ala.
Dalam riwayat lain oleh Ibn Said disebutkan: (Setelah membunuh Ka’b), ketika Muhammad bin Maslamah dan kawan-kawannya sampai di Baqi’ Gharqad,’ mereka menyerukan takbir.
Ketika itu Rasulullah SAW. sedang sibuk melakukan shalat malam.
Begitu mendengar takbir mereka, beliau juga bertakbir. Beliau mengetahui bahwa mereka telah berhasil membunuh Ka’b.
Kemudian mereka datang menghadap beliau. Beliau bersabda, “Beruntunglah kalian.”
Mereka menjawab, “Beruntung pula engkau wahai Rasulullah!”
Kemudian mereka melemparkan kepala Ka’b di hadapan beliau. Lalu beliau memuji Allah atas terbunuhnya Ka’b.
Dalam riwayat yang mursal dari Ikrimah disebutkan: (Dengan kematian Ka’b), orang-orang Yahudi menjadi ketakutan, lalu mereka datang kepada Rasulullah SAW.
Mereka berkata, “Pemimpin kami telah dibunuh dengan tipu daya.”
Maka Nabi SAW. menyampaikan kepada mereka tentang perbuatan Ka’b dan tentang ulahnya menghasut orang-orang agar melawan beliau serta merongrong kaum muslimin.
Ibn Said menambahkan: Maka orang-orang Yahudi merasa ketakutan dan mereka tidak berbicara.
[Demikian dalam Kitab Fathul-Bârî (7/239)].
Menurut riwayat Ibnu Ishaq disebutkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Siapa yang bersedia membereskan Ibnu Asyraf untukku?”
Maka Muhammad bin Maslamah menyahut, “Aku akan membereskannya untukmu wahai Rasulullah. Aku akan membunuhnya.”
Beliau berkata, “Lakukanlah jika kamu sanggup melakukannya.”
Lalu Muhammad bin Maslamah pulang dan melewatkan masa tiga hari tanpa makan ataupun minum selain yang diperlukan untuk sekadar mempertahankan hidupnya.












