Beliau bersabda, “Teruskanlah! Karena tadi aku melihat rahmat Allah turun kepada kalian. Maka aku juga ingin mendapatkan rahmat itu bersama kalian,”
Kemudian, beliau mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di kalangan umatku orang-orang yang aku diperintahkan untuk menyabarkan diri bersama mereka.
5. Duduk Nabi Shallalláhu ‘Alaihi Wasallam dalam Suatu Majelis Zikir dan Sabda Beliau Kepada Orang-orang yang Mengikutinya, “Makanlah Kalian Dengan Leluasa di Taman-taman Surga”
IBNU ABID-DUNYA, Abu Ya’la, Bazzar, Thabarani, Al-Hakim -dan ia mensahihkannya-dan Baihaqi, meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir radhiyallôhu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam datang kepada kami, lalu beliau bersabda, “Hadirin, sekalian! Sesungguhnya, Allah memiliki kesatuan-kesatuan regu malaikat yang turun dan berhenti pada majelis-majelis zikir di muka bumi. Maka kalian makanlah dengan leluasa di taman-taman Surga!”
Para sahabat radhiyallâhu ‘anhum bertanya, “Di manakah taman-taman Surga itu?”
Beliau bersabda, “yaitu majelis-majelis zikir. Maka hendaklah kalian selalu dalam keadaan mengingat Allah baik pada pagi maupun sore hari, dan ingatlah kalian selalu kepada Allah!
Barangsiapa ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah maka hendaklah ia melihat bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya, karena Allah menempatkan seorang hamba pada sisiNya sekira ia menempatkan Allah dalam dirinya.”
[Mundziri berkata dalam kitab At-Targhib Wat-Tarhib: Dalam semua sanad mereka terdapat Umar bekas budak Ghufrah -pembahasan tentang ia akan disebutkan pada bagian selanjutnya.
Sedangkan para rawi yang lain adalah tsiqah, masyhur dan periwayatan mereka diterima. Dan hadis tersebut hasan).
[Haitsami (10/77) berkata: Dalam sanadnya terdapat Umar bin Abdullah bekas budak Ghufrah, dinyatakan tsiqah oleh lebih dari satu muhaddits, namun dinyatakan dha’if oleh beberapa muhaddits. Sedangkan para rawi yang lain adalah perawi Kitab Shahih].
Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu jamush-Shaghir dari Jabir bin Samurah radhiyallôhu (anhu, bahwa apabila Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam selesai mengerjakan Shalat Subuh, bellau biasanya duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari.
[Haitsami (10/107) berkata: Para perawinya tsiqah. Hadis tersebut disebutkan dalam kitab Shahih selain sabda beliau: berzikir kepada Allah].






