1. Nabi Shallallôhu Alaihi Wasallam Mengajarkan Adab Berdoa kepada Sebagian Sahabat Radhiyallâhu ‘Anhum
IBNU ABI SYAIBAH meriwayatkan beserta sanadnya dari Mu’adz bin Jabal radhiyallähu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam lewat di dekat seseorang ketika ia berdoa, “Ya, Allah. Aku mohon kepadaMu akan kesabaran”
Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu telah meminta cobaan kepada Allah. Namun, mintalah kepadaNya akan keselamatan”
Suatu ketika beliau lewat di dekat seseorang ketika ia berdoa, “Ya, Allah. Aku mohon kepadaMu nikmat yang sempurna.”
Lalu, beliau bertanya, “Hai, anak Adam. Tahukah.kamu apakah nikmat yang sempurna itu?”
la berkata, “Yaitu doa (mustajab) untuk memohon harta yang banyak, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Di antara nikmat yang sempurna adalah masuk ke dalam Surga, dan selamat dari Neraka.”
Dan suatu ketika beliau lewat di dekat seseorang ketika ia berdoa, “Wahai, Zat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan!”
Beliau pun bersabda, “Doamu telah dikabulkan, maka mohonlah sekarang.” [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummâl (1/292)].
2. Kisah Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam Bersama Seseorang yang Telah Berdoa Agar Disegerakan Hukumannya
IBNU ABI SYAIBAH meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menjumpai seseorang yang keadaannya amat memprihatinkan bagaikan seekor anak burung yang belum tumbuh bulunya.
Lalu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah dulu kamu pernah berdoa tentang suatu hal kepada Allah?”
Orang itu berkata, “Dulu aku pernah berdoa: Ya, Allah. Apabila Engkau hendak menghukumku di akhirat, maka segerakanlah hukuman itu terhadapku di dunia”
Lalu, Nabi shallalláhu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Hendaklah kamu berdoa: “Ya, Allah. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa Neraka.”
Kemudian, orang itu berdoa kepada Allah, maka ia pun sembuh. [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal (1/290)].
Diriwayatkan pula beserta saradnya oleh ibnu Najjar dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummál
3. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Menolak Mendoakan Basyir bin Khashashiyah Radhiyallahu ‘Anhu Agar Mati Lebih Dahulu Sebelum Beliau
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta saradnya dari Basyir bin Khashashiyah, ia berkata: Rasulullah shallall6hu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku memuji Allah yang telah mendatangkan kamu dari kabilah Rabah Al-Qasyam, sehingga kamu masuk Islam di hadapan Rasulullah sholladhu ‘alaihi wasallam”
Maka aku pun berkata, “Wahai, Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar mematikan saya sebelum engkau.”
Beliau bersabda, “Aku tidak akan berdoa seperti itu untuk siapa pun.” [Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-Ummi (5/147))].












