15 - Do'a

Mengangkat Kedua Tangan dan Mengusapkannya Pada Wajah Ketika Berdoa

31
×

Mengangkat Kedua Tangan dan Mengusapkannya Pada Wajah Ketika Berdoa

Sebarkan artikel ini

1. Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Melakukan Hal Tersebut

AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar radhiyalâhu ‘anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallôhu ‘alaihi wasallam berdoa, beliau mengangkat kedua tangannya, dan setelah selesai berdoa, beliau mengembalikannya (dengan mengusapkannya lebih dahulu) pada wajah beliau.

Menurut riwayatnya pula dan juga Tirmidzi -dan ia mensahihkannya dari Umar radhiyalähu anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallôhu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, beliau tidak meletakkannya sebelum mengusapkan pada wajah beliau.

Menurut riwayat Abdul-Ghaniy dalam kitab ldhôhul-lsykâl dari Umar rodhiyallâhu anhu, ia berkata: Aku pernah melihat Nabi shallallâhu alaihi wasallam di kawasan Ahjaruz-Zait berdoa dengan (menengadahkan) kedua perut telapak tangannya, dan ketika selesai, beliau mengusapkannya pada wajah beliau.

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummál (1/289)].

Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Aisyah radhiyallähu ‘anhá, ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, sampai aku merasa jemu karena (saking lamanya) beliau mengangkat kedua tangannya itu.

[Haitsami (10/168) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dengan tiga sanad, semua perawinya adalah perawi Kitab Shahih].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abdur-Razzaq dari Aisyah rodhiyalláhu anhô dengan lafal yang sama, dan menambahkan (doa beliau). “Ya, Allah! Aku hanyalah seorang manusia. Maka janganlah Engkau menyiksaku karena telah mencaci seseorang atau menyakitinya”

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummál (1/291)].

Menurut riwayat Bukhari dalam Kitab Al-Adabul-Mufrad (hal. 90) dari ‘Aisyah rodhiyolldhu ‘anhã, bahwa ia melihat Nabi shallallóhu alaihi wasallam berdoa seraya mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Aku hanyalah seorang manusia. Maka janganlah Engkau menghukumku. Siapa pun di antara kaum mukminin yang pernah aku sakiti atau aku caci, maka janganlah Engkau hukum aku karenanya.”

2. Bagaimana Nabi Shallalláhu Alaihi Wasallam Melakukan Hal Itu Ketika Mendoakan Keburukan Atas Para Sekutu Musuh Serta Bagaimana lbnu Umar dan tbnu Zubair Radhiyallâhu ‘Anhum Juga Melakukannya

ABDUR-RAZZAQ meriwayatkan beserta sanadnya darí “Urwah, bahwa suatu ketika Rasulullah shallalláhu ‘alaihi wasallam melewati sekumpulan orang-orang Arab Badui yang telah masuk islam dan kampung mereka telah dirusak oleh sekutu musuh.

Maka Rasulullah shalaldhu alaihi wasallam mengangkat kedua tangan beliau mendoakan keburukan atas sekutu musuh, seraya membentangkan kedua tangan ke arah wajah beliau.

Lalu, seorang Badui berkata kepadanya, “Bentangkan lagi tanganmu, wahai Rasulullah! Aku rela ayah dan ibuku sebagai tebusanmu!”

Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam membentangkan kedua tangannya ke arah depan, dan tidak meninggikannya ke arah langit.

[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummôl (1/291)].

Bukhari meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Adabul-Mufrad (hal. 90) dari Abu Nu’aim yakni Wahb, ia berkata: Aku pernah melihat ibnu Umar dan ibnu Zubair radhiyallâhu ‘anhum berdoa, (lalu) mengusapkan kedua telapak tangan mereka pada wajah.

error: Content is protected !!