6 - Jihad

Abu Bakar Tolak Permintaan Muhajirin dan Anshar, Tahan Pasukan Usamah Berangkat

20
×

Abu Bakar Tolak Permintaan Muhajirin dan Anshar, Tahan Pasukan Usamah Berangkat

Sebarkan artikel ini

IBNU ‘Asakir meriwayatkan pula beserta sanadnya dari ‘Urwah, ia berkata: Setelah para sahabat selesai melakukan baiat (kepada Abu Bakar), dan orang-orang pun sudah tenang, Abu Bakar berkata kepada Usamah RA.: “Berangkatlah kamu (bersama pasukanmu) ke arah yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. untukmu.”

Lalu beberapa orang dari kalangan Muhajirin dan Anshar membicarakan masalah ini kepada Abu Bakar.

Mereka berkata, “Tahanlah Usamah dan pasukannya, karena kami khawatir kalau orang-orang Arab lainnya akan menyerang kita jika mereka mendengar tentang wafatnya Rasulullah SAW.”

Abu Bakar -sebagai orang yang paling tegas di kalangan sahabat- menjawab, “Pantaskah aku menahan pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah SAW?

Jika aku berbuat demikian, berarti aku sembrono karena melakukan hal yang sangat berbahaya!

Demi Dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh, aku lebih suka diserang oleh orang-orang Arab lainnya daripada menahan pasukan yang telah dikirim oleh Rasulullah SAW.

Wahai Usamah! Berangkatlah bersama pasukanmu menuju arah yang telah diperintahkan kepadamu.

Kemudian berperanglah seperti yang telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. kepadamu: Sebagian penduduk Palestina dan penduduk Mu’tah. Karena Allah akan menjaga orang-orang yang kamu tinggalkan (di Madinah).

Namun, jika engkau tidak keberatan untuk membantuku dengan mengizinkan Umar bin Khattab tinggal bersamaku, izinkanlah.

Dengan demikian aku dapat meminta pendapat dan bantuannya, karena ia orang yang bagus pendapatnya dan besar keinginannya untuk kebaikan Islam.”

Maka Usamah mengizinkan Umar untuk tinggal di Madinah.

Ketika itu, sebagian besar kabilah Arab telah keluar dari Islam. Demikian pula sebagian besar Kabilah di kawasan timur, Kabilah Ghathafan, Kabilah Bani Asad, dan sebagian besar Kabilah Asyja’. Sedangkan Kabilah Tayyi tetap memegang Islam.

Maka sebagian besar sahabat berkata, “Tahanlah Usamah dan pasukannya. Dan gunakan mereka untuk melawan Kabilah Ghathafan dan Kabilah Arab lainnya yang telah murtad.”

Namun Abu Bakar menolak untuk menahan Usamah dan pasukannya. Ia pun berkata, “Kalian telah mengetahui, di antara pesan Rasulullah SAW. kepada kalian adalah bahwa musyawarah dapat dilakukan mengenai perkara yang tidak ditetapkan di dalam sunnah Nabi kalian, dan tidak terdapat ayat Al-Qur’an yang turun mengenainya.

Kalian telah menyatakan pendapat kalian, dan sekarang giliranku untuk menyampaikan pendapatku. Maka carilah yang paling tepat lalu ikutilah, karena Allah tidak akan membuat kalian semua bersatu dalam kesesatan.

Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Menurutku, tidak ada perkara yang lebih utama bagiku daripada memerangi mereka yang tidak mau membayar seutas tali sekalipun (ketika mereka membayar zakat), yang dahulu biasa diambil oleh Rasulullah SAW. dari mereka.”

Akhirnya kaum muslimin menyetujui pendapat Abu Bakar dan memandang bahwa pendapat Abu Bakar itu lebih baik daripada pendapat mereka.

Kemudian pada saat itu juga, Abu Bakar memberangkatkan Usamah bin Zaid (beserta pasukannya) ke arah yang telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

Akhirnya, dalam pertempuran tersebut, Usamah berhasil menimpakan kekalahan telak terhadap musuh. Allah pun memberikan keselamatan dan harta ghanimah baginya dan juga bagi pasukannya, serta mengembalikan mereka dengan selamat.

Setelah Usamah berangkat, Abu Bakar RA. pun berangkat bersama orang-orang Muhajirin dan Anshar (untuk melawan orang-orang yang murtad).

error: Content is protected !!