Menurut riwayat Abdur-Razzaq dari ibnu ‘Amr, ia berkata, “Pada leher Adam ‘alaihis-salam pernah timbul bisul. Lalu, ia mengerjakan salat, maka turunlah bisul itu ke dadanya.
Kemudian, ia mengerjakan salat lagi, maka turunlah bisul itu ke pinggang. Kemudian, ia mengerjakan salat lagi, maka turunlah bisul itu ke mata kaki.
Kemudian, ia mengerjakan salat lagi, maka turunlah bisul itu ke ibu jari. Kemudian, la mengerjakan salat lagi, akhirnya bisul itu pun hilang.” [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal (4/181)].
3. Perkataan Ibnu Mas’ud, Salman dan Abu Musa Radhiyallahu ‘Anhum Mengenai Shalat
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ dari ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, la berkata, “Selama kamu di dalam salat, berarti kamu sedang mengetuk pintu Sang Raja, dan barangsiapa mengetuk pintu Sang Raja, Dia pasti akan membukakan pintu untuknya.”
Menurut riwayat Abdur-Razzaq dari ibnu Mas’ud, la berkata, “Bawalah keperluan-keperluan kalian kepada salat fardu.”
Menurut riwayatnya pula dari ilbnu Mas’ud, la berkata, “Salat adalah penghapus dosa yang dilakukan di antara waktu-waktu salat itu selama dosa besar dapat dijauhi.”
Menurut riwayat ibnu ‘Asakir dari ibnu Mas’ud, la berkata, “Salat adalah penghapus dosa yang dilakukan setelahnya. Sebuah bisul pernah keluar pada ibu jari kaki Adam.
Kemudian, bisul itu naik ke pangkal telapak kakinya, kemudian naik ke lututnya, kemudian naik ke pangkal pinggangnya, kemudian naik lagi ke pangkal lehernya.
Lalu, Adam berdiri mengerjakan salat, maka turunlah bisul itu dari pundaknya. Kemudian, la pun salat lagi, maka turunlah bisul itu ke pinggangnya.
Kemudian, la salat lagi, maka turunlah bisul itu ke lututnya. Kemudian, la salat lagi. maka turunlah bisul itu ke telapak kakinya. Kemudian, la salat lagi, maka bisul itu pun hilang.” [Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (4/181)].






