Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari Thariq bin Syihab dengan lafal yang sebagian besarnya sama. [Para perawinya dianggap tsiqat,-sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (1/300)].
Abdur-Razzaq meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kita selalu membakar diri kita sendiri (dengan maksiat).
Maka apabila kita mengerjakan salat fardu, salat itu menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Kemudian, kita pun membakar diri kita sendiri (dengan maksiat).
Maka apabila kita mengerjakan salat, salat itu menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya.” [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (4/182)].






