9 - Cinta

Beberapa Kisah yang Menunjukkan Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi SAW (2)

47
×

Beberapa Kisah yang Menunjukkan Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi SAW (2)

Sebarkan artikel ini

7. Kecintaan Thalhah bin Bara Radhiyallahu ‘Anhuma Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Husain bin Wahwah al-Anshari bahwa Thalhah bin Bara radhiyallahu ‘anhumâ ketika berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia memeluk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mencium kedua telapak kakinya.

Ia berkata, “Wahai, Rasulullah! Perintahkanlah kepadaku sesuatu yang engkau sukai dan aku tidak akan membangkang perintahmu.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa heran atas ucapannya itu, karena ia masih remaja.

Lalu, beliau bersabda kepadanya ketika itu, “Pergilah! Lalu, b*n*hlah ayahmu. Kemudian, ia pun keluar dan berangkat untuk melakukannya.

Lalu, beliau mengundangnya dan berkata kepadanya, “Kembalilah ke sini, karena sesungguhnya aku tidak diutus untuk memutuskan hubungan kerabat.”

Kemudian, setelah itu Thalhah sakit.

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang menjenguknya pada musim dingin dalam suasana yang begitu dingin dan mendung.

Ketika hendak pulang, beliau berkata kepada keluarga Thalhah, “Aku lihat sepertinya telah ada tanda-tanda kematian pada diri Thalhah.

Jika ia meninggal nanti, beritahukanlah kepadaku sehingga aku menyaksikan jenazahnya dan menyalatinya, namun segeralah mengurus jenazahnya.”

Sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai di perkampungan Bani Salim bin ‘Auf, Thalhah pun meninggal dan malam pun tiba.

Diantara kata-kata yang diucapkan Thalhah sebelum meninggal adalah, “Kuburlah aku dan relakan aku berjumpa dengan Tuhanku ‘azza wajalla, dan jangan kalian memberi kabar kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena aku khawatir orang-orang Yahudi akan mengganggunya dalam perjalanan menuju ke sini.”

Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat kabar kematiannya ketika pagi tiba.

Beliau pun datang dan berhenti di makamnya, lalu orang-orang berbaris bersamanya, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya lalu berdoa, “Ya, Allah. Jumpailah Thalhah dalam keadaan Engkau tersenyum (rida) kepadanya dan ia pun tersenyum (rida) kepadamu.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (7/50)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baghawi, ibnu Abi Khaitsamah, ibnu Abi ‘Ashim, ibnu Syahin dan ibnus-Sakan, sebagaimana dalam kitab al-Ishabah (2/227).

[Haitsami (9/365) berkata: Abu Dawud telah meriwayatkan sebagian hadis ini dan ia tidak mengomentarinya. Jadi, hadis ini hasan, insya Allah].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabrani dari Thalhah bin Miskin dari Thalhah bin Bara radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Bentangkanlah (yakni tanganmu aku akan membaiatmu.”

Beliau bertanya, “Meskipun aku memerintahkanmu untuk memutuskan hubungan dengan kedua orangtuamu?”

Aku menjawab, “Tidak.”

error: Content is protected !!