9 - Cinta

Beberapa Kisah yang Menunjukkan Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi SAW (2)

48
×

Beberapa Kisah yang Menunjukkan Kecintaan Para Sahabat kepada Nabi SAW (2)

Sebarkan artikel ini

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dan aku pun berkata, “Wahai, Rasulullah! Ini adalah orang yang riya.”

Beliau bersabda, “Orang itu adalah Abdullah Dzul-Bijadain.”

Di kemudian hari, Abdullah Dzul-Bijadain meninggal di Madinah.

Seusai orang-orang mengurus segala-sesuatunya, mereka pun mengusung kerandanya.

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Berlemah-lembutlah kalian dengannya.

Semoga Allah juga berlemah-lembut dengannya, karena dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Kemudian, beliau datang ke liang kuburnya, lalu berkata, “Luaskanlah liang untuknya. Semoga Allah juga melapangkan (rahmat) untuknya.”

Lalu, salah seorang sahabat berkata, “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau bersedih atas kematiannya.

Beliau bersabda, “Sesungguhnya, dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”

(Demikian dalam kitab Muntakhob Kanzilul Ummál (5/224) Al-Muttaqi berkata: Salah satu sanadnya terdapat Musa bin ‘Ubaidah ar-Rabadzi, rawi yang dhoif

10. Kisah ibnu Umar, Zaid bin Datsinah, Khubaib bin ‘Adi Radhiyallahu ‘Anhum Mengenal Kecintaan Mereka kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

IBNU SA”D (4/154) meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdurrahman bin Sa’d, ia berkata: Ketika aku bersama ibnu Umar radhiyallōhu ‘anhuma, salah satu kakinya mati rasa.

Aku pun berkata, “Wahai, Abu Abdirahman. Ada apa dengan kakimu.

la berkata, “Uratnya bertumpuk di sini.”

Aku berkata, “Panggillah nama orang yang paling kamu cintai.”

la berkata, “Wahai, Muhammad.” Lalu, ia bisa menjulurkan kakinya.

Telah disebutkan sebelumnya pada bab kecintaan sahabat untuk syahid di jalan Allah – ucapan Zaid bin Datsinah radhiyallahu ‘anhu ketika Abu Sufyan berkata kepadanya sewaktu hendak membunuhnya, “Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, wahai Zaid! Apakah kamu suka seandainya Muhammad pada saat ini menggantikan posisimu sehingga kami dapat memenggal lehernya, sedangkan kamu tinggal bersama keluargamu?”

la menjawab, “Demi Allah, aku tidak mau jika Muhammad saat ini terkena duri yang menyakitinya meskipun ia di tempatnya sendiri, sementara aku duduk bersama keluargaku.”

Abu Sufyan berkata, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang mencintai orang lain seperti kecintaan para sahabat Muhammad kepada Muhammad.”

Demikian pula ucapan Khubaib radhiyallahu ‘anhu ketika orang-orang kafir berseru kepadanya, dan bertanya dengan nama Allah, “Apakah kamu suka kalau Muhammad menggantikan posisimu?”

la menjawab, “Tidak, demi Allah yang Maha Agung. Aku tidak mau ditebus meski hanya dengan duri yang menusuk telapak kaki beliau.”

error: Content is protected !!