Khalid menjawab, “Jangan sampai kalian dikalahkan orang lain dalam masalah khilafah, hai bani Abdi Manaf!”
Umar berkata kepada Khalid, “Semoga Allah merontokkan gigimu! Demi Allah, Jika seorang penipu mendengar ucapanmu, ia akan terus membicarakannya, dan hanya dirinya sendiri yang terkena dampak buruknya.” (Hingga akhir hadis).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Saif dan ibnu ‘Asakir dari Shakhr secara ringkas-sebagaimana dalam Kitab Kanzul-‘UmmÃ¥l (8/59).
7. Hadis Ummu Khalid Tentang Dialog Antara Abu Bakar dan Khalid bin Sa’id Radhiyallahu ‘Anhuma
IBNU SA’D (4/97) meriwayatkan beserta sanadnya dari Ummu Khalid binti Khalid bin Sa’id bin ‘Ash, katanya: Ayahku (Khalid) datang dari Yaman ke Madinah setelah Abu Bakar dibaiat.
Lalu, ia berkata kepada Ali dan Utsman radhiyallohu ‘anhuma, “Wahai bani ‘Abdi Manaf! Relakah kalian jika kalian dipimpin oleh selain dari golongan kalian?”
Umar pun menyampaikan ucapan Khalid itu kepada Abu Bakar, namun ia tidak memasukkannya ke dalam hati, dan justru Umar sendiri yang memendamnya dalam hati.
Lalu, Khalid tinggal di Madinah selama tiga bulan belum membaiat Abu Bakar.
Suatu kali Abu Bakar lewat di depan rumahnya di tengah hari ketika dia berada di sana.
Abu Bakar mengucapkan salam kepadanya.
Khalid berkata, “Apakah kamu ingin aku membaiatmu?”
Abu Bakar menjawab, “Aku ingin kamu turut bergabung dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh kaum muslimin.”
Khalid berkata, “Kita bertemu nanti malam, aku akan membaiatmu.”
Pada malam harinya, Abu Bakar datang ke mimbar dan Khalid pun membaiatnya.
Abu Bakar mempunyai penilaian yang baik terhadap Khalid. la sangat memuliakannya.
Ketika mengirim pasukan ke Syam, Abu Bakar mengangkatnya sebagai panglima dan membawakan sendiri bendera ke rumahnya.
Umar berkata kepada Abu Bakar, “Mengapa kamu mengangkat Khalid sebagai panglima padahal ia telah berbicara seperti itu.”
Umar terus mendesaknya hingga akhirnya Abu Bakar mengutus Abu Arwa ad-Dausi untuk menyampaikan pesan kepada Khalid bahwa Khalifah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintanya untuk mengembalikan bendera.
Khalid pun mengeluarkan bendera itu dan mengembalikannya, seraya berkata, “Demi Allah. Kalian angkat aku menjadi panglima tidak membuatku senang dan kalian turunkan aku pun tidak membuatku berduka.
Yang patut dicela dalam hal ini bukanlah engkau (bukan Abu Bakar, tapi Umar).”











