Maka dia adalah tentara berkuda yang pertama kali berangkat dan tentara berkuda yang pertama kali gugur sebagai syahid. (Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummál (5/160)
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh lbnu-Najjar dari Anas, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan, tiba-tiba seorang pemuda Anshar menyambutnya, lalu Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu pagi ini, hai Harits?”
la menjawab, “Pagi ini saya merasa sebagai seorang yang benar-benar beriman kepada Allah.”
Lalu, beliau bersabda, “Pertimbangkanlah apa yang kamu katakan, karena setiap perkataan memerlukan bukti.”
la berkata, “Wahai, Rasulullah. Aku menjauhkan diri..” -Lalu perawi melanjutkan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama seperti hadis ‘Askari dengan tambahan pada bagian akhirnya, -sebagaimana dalam Kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummâl (5/161).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh lbnul-Mubarak dalam Kitab Az-Zuhd dari Shalih bin Mismar seperti rangkaian kalimat pada riwayat ibnu ‘Asakir. Dalam riwayatnya itu disebutkan: Beliau bersabda, “Setiap ucapan memerlukan bukti, lalu apa bukti imanmu?”
Al-Hafizh (|bnu Hajar) berkata dalam kitab Al-Ishabah (1/289): Hadis ini mu’dhal.
Demikian ini diriwayatkan beserta sanadnya oleh Abdur-Razzaq dari Shalih bin Mismar dan Ja’far bin Burqan. la meriwayatkannya pula beserta sanadnya dalam bagian tafsir dari Yazid As-Sulami, secara maushûl -Lalu ia menyebutkan hadis Anas tersebut.
la pun berkata: Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dan lbnu Mandah. Diriwayatkan pula oleh Baihagi dalam Kitab Syu’abul-Imân dari jalur sanad Yusuf bin ‘Athiyyah Ash-Shaffar, seorang rawi yang dha’if sekali.
Baihaqi berkata: Ini hadis munkar. Yusuf telah bersikap plin-plan dalam meriwayatkannya. Sesekali ia berkata: Harits, dan sesekali ia berkata: Haritsah. lbnu Sha’id berkata: Ini hadis tidak dapat ditetapkan sebagai hadis maushül. (Dinukil secara ringkas).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Bazzar dari Anas. [Haitsami (1/57) berkata: Dalam sanadnya terdapat Yusuf bin ‘Athiyyah, hadisnya tidak dapat dijadikan sebagai hujah].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dari Harits bin Malik Al-Anshari, bahwa ia berpapasan dengan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Lalu, beliau bersabda kepadanya, “Bagaimana keadaanmu pagi ini, hai Haritsah?”
Lalu, perawi melanjutkan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama seperti hadis Ibnu ‘Asakir. [Haitsami (1/57) berkata: Dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi’ah, juga terdapat perawi yang perlu diteliti].



