12 - Shalat

Kecintaan dan Perhatian Nabi SAW.Terhadap Shalat

40
×

Kecintaan dan Perhatian Nabi SAW.Terhadap Shalat

Sebarkan artikel ini

Menurut riwayatnya pula dalam kitab Al-Mu’jamul-Kabir dan Al-Mu’jamul-Ausath dari ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan salat pada sebagian malam hingga kedua telapak kakinya bengkak. -Lalu, perawi meneruskan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Menurut riwayatnya pula dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan qiyamullail hingga kedua telapak kakinya pecah-pecah. -Lalu perawi melanjutkan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama. -sebagaimana dalam kitab Majma’uz-Zawa’id (2/271).

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan qiyamullail hingga kedua telapak kakinya pecah-pecah.

Lalu, aku berkata kepada beliau, “Mengapa engkau mengerjakan salat hingga sedemikian, wahai Rasulullah, padahal engkau telah diampuni?” -Lalu, perawi melanjutkan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Diriwayatkan pula dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam kitab Riyadhush-Shâlihin (hal. 429).

Menurut riwayat ibnu Najjar dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan qiyamullail hingga kedua kakinya pecah-pecah.

Menurut riwayatnya pula dari Anas, la berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beribadah sedemikan rupa hingga beliau menjadi seperti sebuah gerba usang.

Orang orang berkata, “Wahal, Rasulullah. Apa yang membuatmu beribadah sedemikian? Bukankah Allah telah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”

Beliau bersabda, “Benar, tidakkah sepatutnya aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?” [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal (4/36)].

Bukhari dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Humaid, la berkata: Suatu kali, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ditanya tentang salat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ia menjawab: Apabila kita ingin melihat beliau sedang salat di malam hari, kita pasti dapat melihatnya, dan apabila kita ingin melihat beliau sedang tidur (pada saat yang sama di lain hari), kita pasti dapat melihatnya pula.

Beliau sering berpuasa dalam sebulan sehingga kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkan puasa walau sehari dalam bulan itu, dan beliau pun sering tidak berpuasa sehingga kita mengira bahwa beliau tidak pernah berpuasa walau sehari dalam bulan itu.

Keduanya, meriwayatkan pula beserta sanadnya dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu malam, aku pernah salat (tahajud) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau terus berdiri sehingga ingin rasanya aku melakukan sesuatu yang buruk. Kami bertanya, “Apa yang ingin kamu lakukan?” la berkata, “Aku ingin duduk dan membiarkan beliau berdiri.” [Demikian dalam kitab Shifatush-Shafwah (1/75)].

Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan salat malam hingga pagi hari dengan membaca ayat ini: “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Ma’idah: 118). [Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (6/58)].

Abu Ya’la meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasa tidak enak badan.

Lalu, pada keesokan harinya ada yang berkata, “Wahai, Rasulullah. Gejala sakit tampak jelas padamu.”

Beliau bersabda, “Begitulah keadaanku seperti yang kalian lihat. Tadi malam (dalam salat tahajud) aku membaca tujuh surat panjang (as-sab’uth-thuwal).” [Para perawinya tsiqat, -sebagaimana dikatakan oleh Haitsami (2/274)].

4. Kisah Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu Bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Mengenai Qiyamullail

MUSLIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah salat (tahajud) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam malam. (seusai membaca Al-fatihah,) beliau mulai membaca surat Al-Baqarah.

error: Content is protected !!