7 - Pemimpin

Para Sahabat Nabi Utamakan Persatuan dan Hindari Perselisihan Dalam Dakwah dan Jihad Fisabilillah

33
×

Para Sahabat Nabi Utamakan Persatuan dan Hindari Perselisihan Dalam Dakwah dan Jihad Fisabilillah

Sebarkan artikel ini

BAIHAQI (8/145) meriwayatkan beserta sanadnya dari ibnu Ishaq tentang khotbah Abu Bakar Siddiq radhiyallahu ‘anhu dalam peristiwa Saqifah (Pendopo) bani Sa’idah.

Ia berkata, “Kaum muslimin tidak boleh memiliki dua orang pemimpin.

Apabila hal itu terjadi, pasti akan timbul perselisihan dalam urusan dan hukum mereka, persatuan pun akan terpecah, dan konflik akan timbul di antara mereka.

Saat itu, sunah akan ditinggalkan, bidah pun bermunculan, fitnah merajalela.

Tidak seorang pun dapat memperbaiki keadaan itu.”

Baihaqi (8/145) juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Salim bin ‘Ubaid mengenai peristiwa pengangkatan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah.

Diantara isi riwayat itu: Lalu seorang sahabat Ansar berkata, “(Kita angkat saja) seorang pemimpin dari pihak kami (Ansar) dan seorang dari pihak kalian (Muhajirin).”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Dua pedang dalam satu sarung? Keduanya tidak akan bisa akur.”

Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Wahai, semua orang! Hendaklah kalian menjaga ketaatan kepada pemimpin dan mempertahankan persatuan, karena persatuan merupakan tali Allah yang Dia perintahkan untuk dipegang erat.

Apa yang tidak kalian sukai dalam persatuan lebih baik daripada apa yang kalian sukai dalam perpecahan.

Apabila Allah ‘azza wajalla menciptakan sesuatu, pasti Dia tentukan pula titik akhirnya.

Saat ini, Islam telah berkembang pesat dan suatu saat nanti ia akan mendekati titik akhirnya.

Kemudian Islam akan mengalami maju-mundur hingga hari kiamat.

Tanda-tandanya adalah munculnya kemiskinan yang dahsyat.

Kemiskinan itu akan semakin parah sehingga si miskin tidak mendapati seorang pun yang sudi menyantuninya.

Si kaya merasa bahwa apa yang ia miliki tidak cukup untuk dirinya.

Seseorang akan mengadukan keperluannya kepada saudara kandung dan sepupunya, namun ia tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Seorang pengemis akan berjalan selama dua pekan tanpa mendapatkan pemberian sedikit pun.

Ketika keadaan sudah sedemikian parahnya, bumi akan menguak bagai suara lembu dengan kerasnya, sehingga setiap orang mengira bahwa suara itu berasal dari bawahnya.

Kemudian, keadaan akan menjadi tenang dalam jangka waktu yang Allah kehendaki.

error: Content is protected !!