12 - Shalat

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

30
×

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

Sebarkan artikel ini

Beliau bersabda, “Aku tidak akan meninggalkan (teladan) saudaraku Musa. Biarlah masjid ini berupa bangsal seperti bangsal Musa.”

[Haitsami (2/16) berkata: Dalam sanadnya terdapat Isa bin Sinan, dinyatakan dha’if oleh Ahmad dan yang lainnya, namun dinyatakan tsiqah oleh ‘ljli, ibnu Hibban, dan ibnu Khirasy dalam suatu riwayat].

Menurut riwayat Baihaqi dalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika orang-orang Ansar mengumpulkan uang, lalu mereka membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka pun berkata, “Wahai, Rasulullah. Bangunlah dan hiasilah masjid ini. Sampai kapan kita akan salat di bawah masjid yang terbuat dari pelepah kurma ini?”

Lalu, beliau bersabda, “Aku tidak akan meninggalkan (teladan) saudaraku Musa. Biarlah masjid ini berupa bangsal seperti bangsal Musa.”

Mengenai keterangan tentang bangsal Musa, Baihaqi meriwayatkan dari Hasan, ia berkata, “Apabila ia mengangkat tangannya, tangannya itu mencapai atap bangsal.”

Dan dari ibnu Syihab: Tiang-tiang masjid pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berupa batang batang pohon kurma. Atapnya berupa pelepah dan daun kurma. Atap itu tidak dilapisi dengan tanah liat yang cukup banyak. Apabila hujan turun, masjid penuh dengan tanah liat. Bentuk masjid itu hanyalah seperti halnya bentuk bangsal.

4. Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Bersujud pada Genangan Air dan Tanah Liat di Dalam Masjid Nabawi

DALAM kitab Shahih disebutkan pada bab Lailatul-Qadar, (Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda,) “Telah diperlihatkan kepadaku dalam mimpi, bahwa aku akan bersujud pada genangan air dan tanah liat.

Maka barangsiapa tadinya beri’tikaf bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam hendaklah kembali (ke masjid).”

(Abu Sa’id berkata:) maka kami pun kembali sedangkan kami tidak melihat segumpal awan tipis pun di langit.

Maka datanglah awan lalu turunlah hujan sehingga mengalir di atas atap masjid –yang terbuat dari pelepah kurma– salat pun didirikan.

Aku melihat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersujud pada genangan air dan tanah liat, sehingga aku dapat melihat bekas tanah liat pada dahi beliau. [Demikian dalam kitab Wafâ’ul-Wafâ’ (1/242)].

5. Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Menolak untuk Membangun Masjidnya Seperti Model Bangunan di Syam

IBNU ZABALAH meriwayatkan beserta sanadnya dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam keluar rumah dan menjumpai Abdullah bin Rawahah serta Abu Darda’ radhiyallâhu ‘anhumâ yang sedang membawa sebilah bambu untuk mengukur masjid.

Lalu, beliau bertanya, “Apa yang sedang kalian lakukan?”

Mereka berkata, “Kami ingin membangun masjid Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam seperti model bangunan di Syam. Dananya akan ditanggung oleh orang-orang Anshar.”

Beliau bersabda, “Berikan bambu itu kepadaku.” Beliau pun mengambil bambu itu dari tangan mereka, kemudian membawanya menuju pintu, lalu membuangnya.

Beliau bersabda, “Bukan seperti itu. Akan tetapi, cukuplah dibangun dengan ilalang dan potongan kayu-kayu kecil, berbentuk naungan seperti naungan Musa. Kematian lebih dekat daripada hancurnya bangunan itu.”

Ada yang bertanya, “Seperti apakah naungan Musa?”

error: Content is protected !!