12 - ShalatUpdate

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

104
×

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

Sebarkan artikel ini

4. Perluasan Masjid Nabawi pada Masa Kekhalifahan Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘Anhuma

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Nafi’, bahwa Umar radhiyallahu ‘anhu memperluas masjid dari tiang sampai ke maqshûrah.

Umar berkata, “Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaiknya masjid kita ini diperluas,’ tentu aku tidak memperluasnya.”

Imam Bukhari dan Abu Dawud meriwayatkan beserta sanadnya dari Nafi’, bahwa Abdullah-yakni ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma- memberitahukannya, bahwa masjid nabawi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibangun dengan batu bata mentah (tanpa dibakar), atapnya berupa pelepah kurma, dan tiang-tiangnya berupa kayu pohon kurma.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu tidak memperluasnya, sedangkan Umar radhiyallahu ‘anhu memperluasnya.

Umar membangunnya seperti bangunan semula pada masa Rasulullah, yakni dengan batu bata mentah dan pelepah kurma. la pun mengganti tiang-tiangnya tetap dengan bahan kayu.

Kemudian, Utsman radhiyallahu ‘anhu mengubahnya. Ia mengadakan perluasan besar-besaran, membangun dindingnya dengan bebatuan yang diukir dan plester. la pun mengganti tiang-tiangnya dengan bebatuan yang diukir dan atapnya dengan kayu jati.

Abu Dawud meriwayatkan pula beserta sanadnya ia tidak memberikan komentar- dari ‘Athiyyah dari ibnu Umar, ia berkata: Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiang-tiang Masjid Nabawi terbuat dari batang pohon kurma, sedangkan bagian atasnya diberi atap dengan pelepah kurma.

Kemudian, pada masa khilafah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, bangunan itu rapuh. Lalu, ia membangunnya dengan bahan berupa batang pohon kurma dan pelepah kurma.

Kemudian, pada masa khilafah Utsman radhiyallahu ‘anhu, bangunan itu rapuh lagi. Lalu, ia membangunnya dengan bahan batu bata yang dibakar. Maka bangunan itu masih tegak hingga sekarang.

Disebutkan dalam Shahih Muslim dari Mahmud bin Labid, bahwa ketika Utsman bin ‘Affan berencara untuk memugar masjid (Nabawi), orang-orang tidak menyukai rencana itu dan mereka ingin agar ia membiarkannya seperti apa adanya.

Lalu, Utsman berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah bangunan yang serupa dengannya di surga.”

error: Allahu Akbar