12 - ShalatUpdate

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

104
×

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

Sebarkan artikel ini

Yahya meriwayatkan dari Muthalib bin Abdullah bin Hanthab, ia berkata: Setelah Utsman bin ‘Affan diangkat menjadi khalifah pada tahun dua puluh empat, orang-orang berbicara kepadanya agar memperluas masjid Nabawi, dan mengadukan kepadanya bahwa pada hari Jumat masjid tidak muat menampung jamaah, sehingga sebagian orang mengerjakan salat di serambi masjid.

Lalu, Utsman memusyawarahkan hal itu bersama para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memiliki kepahaman.

Akhirnya, mereka bersepakat untuk merobohkan masjid dan (membangunnya lagi serta) memperluasnya.

Kemudian, seusai mengimami salat Zuhur bersama orang-orang, Utsman naik mimbar dan menyampaikan tahmid serta tsana kepada Allah.

Kemudian, ia berkata, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya, aku berencana untuk merobohkan masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan (membangunnya lagi serta) memperluasnya.

Aku bersaksi, sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa membangun sebuah masjid, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.’

Sebelum aku, sudah ada perintis dan pemimpin yang telah mendahuluiku sebelumnya, yaitu Umar bin Khattab. la telah memperluas masjid dan memugarnya.

Aku pun telah bermusyawarah dengan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang paham tentang perkara ini.

Mereka bersepakat untuk merobohkannya, membangunnya kembali dan memperluasnya.”

Akhirnya, pada hari itu, orang-orang pun menyetujui rencana tersebut dan mendoakannya.

Pada keesokan harinya, Utsman memanggil para pekerja dan ia pun terjun langsung dalam pekerjaan itu.

Utsman adalah orang yang biasa melakukan puasa dahr, mengerjakan salat malam, dan jarang keluar dari masjid.

la memerintahkan agar mengambil bahan-bahan plester yang diayak yang didapatkan dari Bathn Nakhl.

Pekerjaan tersebut dimulai pada bulan Rabiul Awal tahun dua puluh sembilan dan selesai pada awal tahun berikutnya, yakni permulaan bulan Muharam tahun tiga puluh.

Jadi, seluruh pekerjaan tersebut berlangsung selama sepuluh bulan. [Demikian dalam kitab Wafâ’ul-Wafa’ (1/355-356)].

error: Allahu Akbar