12 - Shalat

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

30
×

Riwayat Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa Nabi SAW. Hingga Khalifah Utsman bin Affan

Sebarkan artikel ini

Aku pun telah bermusyawarah dengan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang paham tentang perkara ini.

Mereka bersepakat untuk merobohkannya, membangunnya kembali dan memperluasnya.”

Akhirnya, pada hari itu, orang-orang pun menyetujui rencana tersebut dan mendoakannya.

Pada keesokan harinya, Utsman memanggil para pekerja dan ia pun terjun langsung dalam pekerjaan itu.

Utsman adalah orang yang biasa melakukan puasa dahr, mengerjakan salat malam, dan jarang keluar dari masjid.

la memerintahkan agar mengambil bahan-bahan plester yang diayak yang didapatkan dari Bathn Nakhl.

Pekerjaan tersebut dimulai pada bulan Rabiul Awal tahun dua puluh sembilan dan selesai pada awal tahun berikutnya, yakni permulaan bulan Muharam tahun tiga puluh.

Jadi, seluruh pekerjaan tersebut berlangsung selama sepuluh bulan. [Demikian dalam kitab Wafâ’ul-Wafa’ (1/355-356)].

7. Rasulullah Shallallâhu Alaihi Wasallam Menetapkan Batasan Masjid untuk Kabilah Juhainah di Madinah

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab A-Mu’jamul-Ausath dan Al-Mu jamul-Kabir dari Jabir bin Usamah Al-Juhani radhiyallôhu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika aku bertemu dengan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersama para sahabatnya di pasar.

Lalu, aku bertanya, “Hendak ke mana Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pergi?”

Mereka menjawab, “Beliau ingin menetapkan batasan masjid untuk kaummu.”

Jabir berkata: Aku pun datang ke sana ketika beliau sudah menetapkan batasan masjid untuk mereka, dan menancapkan sebatang kayu di arah kiblat dan menetapkannya sebagai arah kiblat.

[Haitsami (2/15) berkata: Dalam sanadnya terdapat Mu’awiyah bin Abdullah bin Khubaib, aku tidak menemukan seorang pun yang menulis tentang biografinya).

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dari Jabir bin Usamah Al-Juhani dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam Kitab Kanzul-‘Ummâl (4/262), juga oleh Bawardi dari Usamah Al-Hanafi dengan lafal yang Sama, -sebagaimana dalam Kitab Kanzul-‘Ummâl (4/263).

8. Surat Umar Radhiyallâhu ‘Anhu Kepada Para Gubernur Agar Membangun Masjid

lBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Utsman bin ‘Atha’, ia berkata: Setelah Umar bin Khattab radhiyallâhu ‘anhu berhasil membuka berbagai negeri, la menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari radhiyallâhu ‘anhu yang ketika itu menjadi gubernur Bashrah.

Umar memerintahkan kepadanya agar membangun masjid Jami’, dan juga masjid-masjid (kecil) untuk masing-masing kabilah.

Apabila tiba hari Jumat, hendaknya orang-orang datang berkumpul di Masjid Jami’, lalu mendirikan salat Jumat.

Umar juga menulis surat kepada Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu yang ketika itu menjadi Gubernur Kufah dengan instruksi seperti itu.

error: Content is protected !!