12 - Shalat

Untuk Apa Masjid Dibangun dan Apa yang Dilakukan Para Sahabat Nabi di Dalamnya? (2)

36
×

Untuk Apa Masjid Dibangun dan Apa yang Dilakukan Para Sahabat Nabi di Dalamnya? (2)

Sebarkan artikel ini

Menurut riwayat Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Abu Dzar, bahwa ia biasa berkhidmat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seusai berkhidmat, ia datang ke masjid lalu berbaring di sana.

[Dalam sanadnya juga terdapat Syahr (bin Hausyab), -sebagaimana dikatakan oleh Haitsami].

Telah disebutkan pula sebelumnya kisah Abu Dzar dan sahabat lainnya tentang tidur di dalam masjid pada bab Jamuan Makan untuk Tamu.

Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkan beserta sanadnya dari Hasan, bahwa ketika ditanya tentang orang yang tidur siang di masjid, ia berkata: Aku melihat Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu-yang ketika itu ia adalah seorang khalifah- tidur siang (qailulah) di masjid.

[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummál (4/261)].

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan beserta sanadnya dari ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika masih muda, kami biasa menginap di masjid.

Menurut riwayatnya pula darinya, ia berkata: Kami biasa mengerjakan Shalat Jumat, kemudian pulang, lalu tidur siang (qailulah).

(Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (4/261)].

Ibnu Sa’d (3/294) meriwayatkan beserta sanadnya dari Zuhri, ia berkata: Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: Apabila salah seorang di antara kalian telah lama duduk di masjid, maka tidak mengapa untuk merebahkan lambungnya, karena hal itu cara yang paling tepat untuk menghilangkan rasa bosan ketika duduk.

Abdur-Razzaq meriwayatkan beserta sanadnya dari Khulaid Abu Ishaq. ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengenai tidur di masjid.

Lalu, ia berkata, “Jika kamu tidur (di masjid) karena akan mengerjakan shalat dan tawaf, maka tidak apa-apa.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (4/261)].

10. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Segera Datang ke Masjid Ketika Terjadi Angin Ribut dan Gerhana

IBNU ABID-DUNYA meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir radhiyallohu anhu, bahwa apabila angin bertiup kencang di malam hari, tempat yang dituju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah masjid, hingga angin kembali reda.

Dan apabila terjadi peristiwa di langit seperti gerhana matahari atau bulan, tempat yang beliau tuju adalah tempat shalat (masjid).

[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummal (4/289). Penulisnya berkata: Sanadnya hasan].

error: Allahu Akbar