7 - Pemimpin

Berikut Kisah Penunjukan Pengganti Khalifah Setelah Abu Bakar Ash Shiddiq

215
×

Berikut Kisah Penunjukan Pengganti Khalifah Setelah Abu Bakar Ash Shiddiq

Sebarkan artikel ini

3. Surat Abu Bakar Tentang Penunjukan Umar Sebagai Khalifah Penggantinya serta Pesannya Untuk Umar dan Masyarakat pada Umumnya

“Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Berikut ini adalah wasiat yang dibuat oleh Abu Bakar bin Abu Quhafah pada saat-saat terakhir di dunia, saat ia bersiap-siap untuk meninggalkannya dan menjelang saat-saat pertama kehidupannya di akhirat, saat ia bersiap-siap untuk memasukinya.

Ini adalah titik ketika seorang kafir menjadi percaya, pendosa menjadi yakin, dan pembohong dapat berbicara benar. Saya telah menunjuk Umar bin Khattab menjadi penggantiku sebagai khalifah kalian.

Dengarkan dan patuhilah ia. (Dalam hal ini) saya tidak mengabaikan kebaikan bagi Allah, Rasul-Nya, agamaNya, diriku sendiri, maupun kalian.

Jika ia berbuat adil, maka seperti itulah harapkanku darinya dan seperti yang saya ketahui tentangnya.

Sebaliknya, jika dia tidak seperti itu, maka setiap orang akan mendapatkan balasan (dari Allah) atas kesalahan yang dilakukannya.

Hanya kebaikanlah yang saya inginkan. Saya tidak memiliki pengetahuan tentang perkara yang gaib. Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang lalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. asy-Syu’ara’: 227).

Was-salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Kemudian, atas perintah Abu Bakar, Utsman radhiyallahu ‘anhuma membubuhkan stempel pada surat tersebut.

Sebagian rawi berkata, “Ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu telah mendiktekan bagian awal surat-dan belum menyebutkan nama Umar-ia jatuh pingsan sebelum menyebutkan nama seseorang.

Lalu, Utsman radhiyallahu ‘anhu menuliskan: ‘Aku menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifah kalian.’

Setelah siuman, Abu Bakar berkata kepada Utsman, “Bacakan apa yang telah kamu tulis.”

Utsman membacanya dan ketika ia menyebutkan nama Umar, Abu Bakar mengucapkan takbir lalu berkata, “Sepertinya kamu takut kalau nyawaku hilang ketika aku pingsan, maka orang-orang akan berselisih.

Atas nama Islam dan kaum muslimin, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah! Sebenarnya, kamu pun pantas menjadi khalifah.”

Kemudian, atas perintah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, Utsman dengan diiringi Umar bin Khattab, Usaid bin Sa’id al-Qurzhi radhiyallahu ‘anhum keluar membawa surat berstempel tersebut.

Utsman berkata kepada orang-orang, “Maukah kalian berbaiat kepada orang yang disebutkan dalam surat ini?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Sebagian dari mereka mengatakan, “Kami sudah tahu, dia adalah Umar.”

(Ibnu Sa’d berkata bahwa yang berkata demikian itu adalah Ali radhiyallahu ‘anhu)

Lalu, semua orang menyatakan persetujuannya. Mereka pun senang dan membaiat Umar radhiyallahu ‘anhu.

Setelah itu, Abu Bakar memanggil Umar radhiyallahu ‘anhumâ untuk bertemu empat mata dan menyampaikan pesan.

error: Allahu Akbar