Lalu, Abu Bakar mengirim utusan untuk memanggil Utsman radhiyallahu ‘anhuma, lalu ia berkata kepadanya, “Tunjukkanlah seorang laki-laki (yang pantas menjadi khalifah).
Demi Allah, dalam pandanganku, kamu berhak dan layak menjadi khalifah.”
Utsman menjawab, “Umar.”
(Abu Bakar berkata,) “Tulislah!”
Utsman pun menulis (surat penunjukan pengganti khalifah), hingga ketika tiba saatnya dituliskan nama penggantinya, Abu Bakar jatuh pingsan, lalu setelah siuman, ia mengatakan, “Tulislah: Umar.”
4. Jawaban Abu Bakar Kepada Thalhah Ketika Berbeda Pendapat Mengenai Penunjukan Umar Sebagai Khalifah
MENURUT riwayat Lalika’i dari Utsman bin ‘Ubaidullah bin Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhum, ia berkata: Ketika Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menjelang saat-saat terakhirnya, ia memanggil Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lalu mendiktekan surat wasiatnya. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu jatuh pingsan sebelum sempat menyebutkan nama seseorang sebagai pengganti khalifah.
Utsman mengambil inisiatif untuk menuliskan nama: Umar bin Khattab.
Setelah sadar, ia bertanya kepada Utsman, “Apakah kamu menuliskan nama seseorang?”
Utsman menjawab, “Aku kira sesuatu telah terjadi padamu (wafat) dan aku khawatir akan terjadi perpecahan, maka aku telah menulis: Umar bin Khattab.
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Semoga Allah mencurahkan rahmatNya untukmu.
Seandainya kamu menuliskan namamu sendiri, kamu juga pantas menjadi khalifah.”
Lalu, masuklah Thalhah bin ‘Ubaidillah seraya berkata, “Aku diutus mewakili orang-orang di belakangku untuk menyampaikan pesan kepadamu.
Mereka mengatakan: ‘Engkau tahu tabiat Umar yang keras terhadap kami di saat engkau masih hidup.
Lantas apa yang akan terjadi sepeninggalmu, jika engkau menyerahkan urusan kami kepadanya?
Kelak, jika Allah menanyaimu, jawaban apa yang akan kamu berikan?”
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dudukkanlah aku… Apakah kalian menakut-nakutiku dengan menyebut nama Allah? Rugilah orang yang hanya mengira-ngira dalam masalah ini. Kelak, jika Allah menanyaiku, aku akan menjawab: ‘Aku telah menunjuk pemimpin bagi kaum muslimin, orang yang terbaik di antara mereka. Sampaikanlah jawabanku ini kepada mereka.”
5. Hadis Ummul-Mukminin ‘Aisyah Mengenai Masalah Ini
MENURUT riwayat ibnu Sa’d (3/196) dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjelang wafatnya, ia menunjuk Umar sebagai khalifah.
Lalu Ali dan Thalhah radhiyallahu ‘anhumâ menjumpainya dan bertanya, “Siapa yang engkau tunjuk sebagai khalifah?”
la menjawab, “Umar.”
Mereka bertanya lagi, “Lantas, jawaban apa yang akan engkau sampaikan kepada Rabbmu?”
Abu Bakar menjawab, “Apakah kalian menakut-nakutiku dengan nama Allah? Aku lebih tahu tentang Allah dan Umar daripada kalian berdua. (Jika Allah menanyaiku) aku akan menjawab: ‘Aku menunjuk sebagai khalifah kaum muslimin, orang yang terbaik di antara orang-orang yang dekat dengan Mu.””
[Demikian dalam Kitab Kanzul-‘Ummál (3/146)].






