13 - Ilmu

Motivasi Para Sahabat Nabi SAW. untuk Mencari Ilmu (2)

31
×

Motivasi Para Sahabat Nabi SAW. untuk Mencari Ilmu (2)

Sebarkan artikel ini

Apa yang menghalangi kalian untuk mencintai aku? Biaya hidupku menjadi tanggungan orang lain selain kalian.

Mengapakah aku lihat ulama kalian terus berkurang, sedangkan orang-orang jahil di antara kalian tidak mau mempelajari ilmu?

Aku lihat kalian sibuk mengurusi sesuatu yang telah dijamin untuk kalian (rezeki), dan justru meninggalkan sesuatu yang diperintahkan kepada kalian (amal agama)?

Ingatlah! Sesungguhnya, ada orang-orang yang membangun bangunan yang kukuh, mengumpulkan banyak harta, dan berangan-angan demikian jauh.

Lalu, akhirnya bangunan mereka menjadi kuburan, harapan mereka menjadi sesuatu yang palsu, dan apa yang mereka kumpulkan telah hancur binasa.

Ingatlah! Belajarlah kalian dan ajarkanlah ilmu kalian! Karena orang Alim dan pencari ilmu sama pahalanya. Tidak ada kebaikan pada orang-orang selain mereka.”

Menurut riwayatnya pula (1/222) dari Hassan, ia berkata: Abu Darda’ berkata kepada penduduk Damaskus, “Apakah kalian merasa puas bahwa kalian kenyang makan roti gandum tahun demi tahun?

Sedangkan nama Allah ta’ala tidak disebut-sebut di dalam pertemuan kalian.

Mengapa ulama kalian terus berkurang sedangkan orang-orang jahil di antara kalian tidak mau mempelajari ilmu?

Jika ulama kalian memiliki keinginan, pasti jumlah mereka akan bertambah, dan jika orang-orang jahil diantara kalian mau mencari ilmu, tentu mereka akan memperolehnya.

Ambillah hak kalian (rezeki) dengan menunaikan kewajiban kalian! Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya! Suatu umat tidak akan binasa kecuali dengan mengikuti hawa nafsunya, dan menganggap diri mereka suci.”

Menurut riwayatnya pula (1/213) dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari ayahnya, dari Abu Darda’, ia berkata, “Belajarlah ilmu (agama) sebelum ilmu itu diangkat! Sesungguhnya, ilmu diangkat dengan meninggalnya ulama. Sesungguhnya, orang Alim dan pencari ilmu sama pahalanya.

Manusia yang sebenarnya hanyalah dua macam: Orang Alim dan pencari ilmu. Tidak ada kebaikan pada selain mereka.”

Ibnu ‘Abdil-Barr meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Jami’-nya (1/32) dari Abdurrahman bin Mas’ud Al-Fazari, bahwa Abu Darda’ berkata, “Apabila seseorang pergi ke masjid untuk suatu kebaikan yang akan ia pelajari atau ia ajarkan, maka akan ditulis baginya pahala seorang mujahid yang akan kembali dengan mendapatkan ghanimah.”

Menurut riwayatnya pula (1/31) dari ibnu Abi Hudzail, ia berkata: Abu Darda’ berkata, “Barangsiapa menganggap bahwa pergi -baik pada waktu pagi maupun sore hari untuk mencari ilmu itu tidak termasuk jihad, maka berarti akal dan pikirannya kurang sempurna.”

Menurut riwayatnya pula (1/100) dari Raja’ bin Haiwah, dari Abu Darda’, ia berkata, “Ilmu diperoleh dengan belajar.”

5. Anjuran Abu Dzar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma Mengenai Ilmu

BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Dzar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma bahwa mereka berkata, “Sungguh, satu bab ilmu yang dipelajari oleh seseorang lebih aku sukai daripada seribu (1.000) rakaat nafil.”

Keduanya berkata pula: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila datang kematian terhadap pencari ilmu ketika ia dalam keadaan itu (sedang menuntut ilmu), maka ia mati syahid.”

[Mundziri berkata dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (1/61): Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath, hanya saja Thabarani berkata: Lebih baik baginya daripada seribu (1.000) rakaat].

error: Content is protected !!